Jokowi dinilai berhasil sosialisasikan kebijakan melalui media

Jokowi dinilai berhasil sosialisasikan kebijakan melalui media

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (ANTARA FOTO/Dhoni Setiawan)

Setahun kepemimpinan Jokowi- Ahok menghasilkan sentimen positif dalam persepsi media massa,"
Jakarta (ANTARA News) - Lembaga survei Indonesia Indicator (I2) mencatat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi berhasil mensosialisasikan kebijakan melalui media massa dalam kurun waktu setahun.

"Setahun kepemimpinan Jokowi- Ahok menghasilkan sentimen positif dalam persepsi media massa," kata Direktur Komunikasi I2, Rustika Herlambang di Jakarta, Kamis.

Rustika mengatakan pasangan Jokowi - Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama (Wakil Gubernur DKI Jakarta) mampu menyampaikan kebijakan yang diterima masyarakat.

Rustika mencatat masa terberat menjalankan program kerja Jokowi - Ahok sudah dilalui pada kurun waktu Januari -- Juni 2013.

"Dalam hal menjalankan kebijakan ternyata tidak pernah berjalan mulus karena pro dan kontra," ujar Rustika.

Rustika menyebutkan pasangan Jokowi - Ahok berhasil mensosialisasikan program, antara lain Kartu Jakarta Sehat (KJS), Kartu Jakarta Pintar (KJP), Penanganan Pedagang Kaki Lima (PKL), Penanganan Banjir melalui pembenahan Waduk, Rumah Susun, rencana Transportasi Massal, Jakarta Monorail dan TransJakarta.

Indonesia Indicator merupakan lembaga riset berbasis piranti lunak Artificial Intelligence (AI) untuk menganalisis fenomena politik, ekonomi, sosial di Indonesia melalui pemberitaan (media mapping) menggunakan perangkat luak robot (crawler).

Peneliti I2 memonitor 337 media online nasional maupun daerah secara real time selama 24 x 7 x 365 sejak 16 Oktober 2012 hingga 15 Oktober 2013 pukul 12.30 WIB.

Penelitian I2 menunjukkan pemberitaan yang gencar dipublikasikan media online, yakni persoalan kemacetan dan banjir.

Rustika mengungkapkan tulisan soal kemacetan mencapai 26 persen dan banjir sekitar 21 persen dari jumlah total 34.656 pemberitaan.

Pemberitaan yang meresahkan lainnya meliputi PKL (16,8 persen), tawuran (5,4 persen), sampah (16,9 persen) dan premanisme (12,6 persen).

"Berdasarkan wilayah paling banyak diberitakan, yakni Tanah Abang," ungkap Rustika.
(T014/Y008)

Pewarta: Taufik Ridwan
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar