Buruh tuntut jaminan kesehatan gratis

Buruh tuntut jaminan kesehatan gratis

Buruh gabungan dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Asosiasi Pekerja Indonesia (Aspek), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dan organisasi buruh lainnya melakukan unjuk rasa di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta, Senin (28/10). Unjuk rasa tersebut merupakan persiapan mogok nasional yang rencananya akan dilaksakan pada 1 November mendatang. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean )

Jakarta (ANTARA News) - Buruh yang mengadakan unjuk rasa di kawasan industri Pulogadung, Senin, antara lain menuntut jaminan kesehatan gratis.
Jaminan kesehatan gratis itu tidak hanya ditujukan pada kaum buruh, tetapi untuk seluruh rakyat Indonesia. Mereka juga ingin agar jaminan kesehatan gratis diberlakukan mulai 1 Januari 2014 secara merata tanpa bertahap.

"Kami menuntut amanah Sistem Jaminan Sosial Nasional, seharusnya ini sudah diberlakukan pada 2009 silam," jelas Muhammad Rusdi, Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia di Pulogadung, Jakarta,  Senin.

Bila tuntutan tersebut segera dikabulkan, dia berharap semua orang mendapat hak kesejahteraan di bidang kesehatan seperti yang seharusnya diberikan negara.

Selain itu, buruh juga menuntut kenaikan upah minimum tahun 2014 menjadi Rp 3,7 juta, pencabutan instruksi presiden No. 9 tahun 2013, penghapusan sistem outsourcing, dan pengesahan RUU Pekerja Rumah Tangga.

Aksi buruh akan berlanjut besok di Balaikota. Sementara itu, puncak unjuk rasa adalah mogok massal pada 31 Oktober yang rencananya diikuti 300.000 buruh di kawasan industri Pulogadung.



Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Melewati bulan Mei tanpa demonstrasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar