Vokalis Saint Loco disiram air keras, pelaku teridentifikasi

Vokalis Saint Loco disiram air keras, pelaku teridentifikasi

Kelompok musik Saint Loco berfoto bersama sebelum menghadiri konferensi pers terkait terpilihnya Saint Loco ke ajang Envol Et Macadam Festival di Jakarta, Kamis (29/8).(ANTARA FOTO/Teresia May)

Semuanya masih kami identifikasi, termasuk sisa cairan dan sidik jari pelaku juga masih kami teliti secara cermat."
Malang (ANTARA News) - Kepala Kepolisian Resor Kota Malang, Jawa Timur, AKBP Totok Suharyanto mengaku ciri-ciri pelaku penyiram air keras ke wajah vokalis Saint Loco, Berry Manoch, sudah teridentifikasi.

"Kami sudah mengantongi ciri-ciri pelaku dan sekarang tim kami masih fokus terhadap penangkapan pelaku agar secepatnya kasus yang menimpa artis ibu kota ini bisa terungkap," kata Totok Suharyanto di Malang, Selasa.

Usai konser Surya Pro Mild 2013 di Lapangan Rampal Malang bersama Superman Is Dead (SID), Sabtu (26/10), Berry langsung menuju hotel tempat menginap.

Setelah menemui fansnya dan foto bareng, Berry masuk ke hotel, namun begitu sampai di lobi hotel, ada seorang pria yang menepuk pundaknya dan langsung menyiramkan air keras ke wajahnya.

Akibatnya, separo wajah Berry melepuh dan mata kirinya tidak bisa melihat. Pada saat itu juga Berry dilarikan ke Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) dan Minggu (27/10) malam langsung diterbangkan ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan intensif.

Lebih lanjut Totok mengatakan selain telah mengantongi ciri-ciri pelaku, pihaknya juga telah meminta keterangan dari 12 orang saksi. Ciri-ciri pelaku, tinggi badannya sekitar 180 cm dengan berat badan sekitar 80 kg.

Dari keterangan para saksi itu ada dugaan jika pelaku salah sasaran karena sasaran sebenarnya adalah personel SID yang saat itu juga menginap di hotel yang sama.

Saksi yang dimintai keterangan terkait kasus tersebut di antaranya adalah petugas hotel dan personel Saint Loco. Selain itu, polisi saat ini juga sedang mendalami rekaman kamera tersaembunyi (CCTV) yang terpasang di hotel.

Menyinggung adanya kemungkinan pelaku sudah merencanakan penyiraman air keras tersebut, Totok membenarkannya."Dugaan kami sementara ini, pelaku telah merencanakan sebelumnya, apalagi pelakunya ada dua orang, yakni satu orang menunggu di kendaraan dan satu lainnya yang melakukan eksekusi," ujarnya.

Kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya botol bekas cairan kimia, sisa cairan, dan baju korban. "Semuanya masih kami identifikasi, termasuk sisa cairan dan sidik jari pelaku juga masih kami teliti secara cermat," katanya.

Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar