Tingkat kesejahteraan petani naik 0,71 persen

Tingkat kesejahteraan petani naik 0,71 persen

Petani menebar pupuk di lahan sawah sekitar RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Jakarta (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) atau tingkat kesejahteraan petani di Indonesia selama Oktober 2013 mencapai 105,30 poin, naik 0,71 persen dibanding NTP periode September 2013 sebesar 104,56 poin.

"Kenaikan kesejahteraan petani didorong melonjaknya NTP subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,85 persen, NTP subsektor Holtikultura 0,51 persen, NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat 0,74 persen dan NTP subsektor Peternakan 1,10 persen," kata kata Kepala BPS Suryamin, di Jakarta, Jumat.

Menurut Suryamin, sebaliknya berdasarkan pemantauan BPS pada 32 provinsi di Indonesia, NTP subsektor Perikanan turun turun 0,70 persen.

BPS menyebutkan, NTP menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.

Sementara itu, selama September 2013, BPS mencatat Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mencapai 159,19 naik 1,01 persen dibanding It September 2013 1,57,61 poin.

Saat yang sama Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang tercermin dari fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat pedesaan khususnya petani serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian mencapai 151,18 poin, naik 0,30 persen dari sebelumnya 150,73 persen.

Suryamin menambahkan, berdasarkan penghitungan NTP di 32 propinsi, tercatat 30 provinsi mengalamai kenaikan, dua provinsi menurun.

Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Papua Barat yaitu 1,02 persen, sebaliknya penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Sulawesi Barat yaitu 0,97 persen.

Kenaikan tertinggi NTP terjadi di provinsi Banten yaitu 1,55 persen, sebaliknya penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Lampung sebesar 0,16 persen.

Kenaikan NTP di Banten karena kenaikan subsektor Tanaman Pangan khususnya komoditi gabah yang naik 2,32 persen, sedangkan penurunan di Lampung dipicu penurunan yang cukup signifikan pada subsektor Tanaman Pangan khususnya pada komoditi ketela pohon yang turun 0,89 persen.


Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar