Razia "cabut pentil" disiasati pentil cadangan

Razia "cabut pentil"  disiasati pentil cadangan

Di Kawasan Glodok masih banyak kendaraan yang parkir liar meskipun razia cabut katup pentil sudah sebulan lebih dilakukan oleh Dinas Perhubungan DKI, (7/11). (ANTARA News / Alviansyah Pasaribu)

Jakarta (ANTARA News) -  Para pelaku parkir liar ternyata tidak kehabisan akal untuk menyiasati kemungkinan terjaring razia "cabut pentil" yang dilakukan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Beberapa pelaku parkir liar di kawasan Glodok Jakarta Barat mengaku sudah menyimpan sejumlah katup pentil jika terjaring razia.

"Saya pernah kena (razia) di Jatinegara, pas di sana udah kepikiran untuk beli pentilnya saja," kata Batara (31) yang bekerja sebagai kurir.

"Kalau satuan Rp2.000, kalo beli seplastik yang isi 10 biji Rp15.000."

Ronald, pemilik kios di Glodok juga mengaku sering menggunakan parkir liar untuk mempercepat aktivitasnya. 

"Saya tahu ini salah, tapi apalagi yang praktis? parkir yang beneran bisa setengah jam buat antre sementara kebutuhannya tidak bisa menunggu," kata pria 29 tahun ini.

Ronald juga berpendapat bahwa kebijakan ini tidak akan membuat jera karena ketersediaan lahan parkir yang tidak bisa menampung seluruh kendaraan. 

Selain itu ia juga merasa kebijakan ini akan sulit membuat jera karena masyarakat sudah mengantisipasi razia ini sebelumnya.

"Di mobil ada pompa genjot mas, ada ban serep juga, tinggal diganti 15 menit selesai," katanya.

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Sasar parkir liar, tim gabungan operasi penertiban lalin di Bandung

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar