counter

BMKG minta masyarakat waspadai hujan Januari-Februari

BMKG minta masyarakat waspadai hujan Januari-Februari

Waspada Cuaca Ekstrim (ANTARA/Yudhi Mahatma)

Jakarta (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat Jakarta untuk mewaspadai curah hujan di akhir musim transisi pada Oktober-Desember, serta kemungkinan intensitas curah hujan yang sangat tinggi pada bulan Januari - Februari 2014.

"Terkait intensitas hujan, sesuai prediksi BMKG bulan Oktober-Desember merupakan akhir dari musim transisi, dan puncak musim penghujan yang berkelanjutan serta tidak mengenal waktu dan intensitas diwaspadai terjadi pada Januari-Februari," ujar Kasubid Informasi BMKG, Harry Tirto kepada Antara, Rabu, ketika ditanya mengenai prediksi musim penghujan di Jakarta.

Harry Tirto mengatakan musim transisi dari kemarau menuju musim penghujan intensitasnya masih sangat rendah dilihat dari curah hujan hanya terjadi di pagi atau malam hari . Sedangkan pada musim penghujan Januari-Februari hujan akan turun dengan intensitas yang berkelanjutan dan tidak mengenal waktu.

Hujan yang disertai petir dan angin di musim transisi ini meski intensitasnya masih terbilang rendah, namun dikhawatirkan akan mengakibatkan pohon tumbang serta genangan air yang akan membahayakan keselamatan, oleh karena itu BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan diri akan kemungkinan tersebut.

BMKG tidak dapat memastikan apakah banjir akan melanda Jakarta pada bulan Januari-Februari, namun BMKG mengatakan banjir dapat terjadi jika air hujan mengalir dari hulu hingga ke hilir sehingga volume air meningkat drastis.

Indonesia memiliki dua musim yaitu musim penghujan yang terjadi pada rentang waktu Oktober hingga April, dan musim kemarau terjadi pada rentang waktu April hingga Oktober. Puncak musim penghujan diperkirakan akan terjadi pada Januari-Februari.

Seperti dikatakan BMKG bulan Oktober-Desember yang merupakan musim transisi antara kemarau menuju penghujan biasanya terjadi hujan yang disertai petir dan angin akibat penguapan yang lebih cepat sehingga menimbulkan awan lokal, yang disebut dengan cumulonimbus. Awan inilah yang menyebabkan hujan di masa transisi disertai angin dan petir.

BMKG perkirakan musim hujan mundur hingga 30 hari

Pewarta: Arnaz - Hamidah - Helga
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar