PT Merpati Nusantara Airlines berkomitmen cetak pilot handal

PT Merpati Nusantara Airlines berkomitmen cetak pilot handal

Profil pesawat terbang tipe Boeing B-737 Classic Series PT Merpati Nusantara Airlines, saat menunggu giliran lepas landas di satu bandar udara Indonesia. (FOTO ANTARA/Eric Ireng)

... siswa kami batasi, maksimal 20 siswa setiap angkatan... "
Jakarta (ANTARA News) - Maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines berkomitmen mencetak pilot handal bagi dunia penerbangan Indonesia melalui sekolah penerbang mereka, Merpati Pilot School (MPS), yang berkedudukan di Surabaya.

"MPS berkomitmen menciptakan pilot-pilot handal siap pakai," kata Wakil Presiden Sekretaris Perusahaan PT MNA, Riswanto, di Jakarta, Jumat.

Menurut Riswanto, MPS menerapkan program pelatihan yang terakreditasi, dengan barisan instruktur penerbangan berpengalaman, yang juga penerbang aktif di BUMN itu. 

Ia memaparkan, MPS di Surabaya, Jawa Timur, salah satu sekolah pilot terbaik di Indonesia dan satu-satunya sekolah penerbang di Indonesia yang dimiliki perusahaan penerbangan.

"Kalau materi kelas dan simulatornya ada di Gedung Pusat Pelatihan Merpati Jakarta dan Surabaya. Kalau latihan terbang, pangkalannya ada di Sumenep (Bandar Udara Trunojoyo)," ujarnya.

Riswanto mengemukakan, MPS mendidik siswa dari titik nol (belum pernah menjadi pilot sebelumnya) hingga menjadi pilot yang berlisensi.

Mereka yang ingin sekolah di MPS, minimal lulusan SMU sederajat, memiliki panjang kaki minimal 100 centimeter dari pangkal paha, tidak buta warna, lulus tes seleksi dan wawancara, lulus tes medex, psikologi, sikap, dan tes seleksi tulis (matematika, fisika dan bahasa Inggris).

"Tidak hanya siswa yang baru lulus SMA. Kami juga menerima siapa saja, asalkan memenuhi syarat-syaratnya," katanya.

Ia mencontohkan, ada siswa MPS yang sebelumnya bekerja di perusahaan swasta dengan posisi sebagai manajer, tapi memutuskan untuk mengubah jalur kariernya dengan mengikuti pendidikan sekolah pilot di MPS.

Untuk masuk sekolah pilot milik maskapai Merpati dan menjadi pilot, ujar dia, tak murah dan mengeluarkan biaya ratusan juta rupiah. Namun, ilmu yang didapatnya juga sebanding dengan biaya yang dikeluarkannya.

"Penerimaan siswa kami batasi, maksimal 20 siswa setiap angkatan," ungkapnya sambil menambahkan, sudah ada sekitar 15 lulusan yang bekerja di berbagai maskapai penerbangan.

Pewarta: Muhammad R Rahman
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar