Oknum polisi penyelundup BBM bersubsidi ditangkap

Oknum polisi penyelundup BBM bersubsidi ditangkap

ilustrasi endaraan melintas samping papan pemberitahuan BBM yang habis di SPBU Pacifik, Tegal, Jateng, Selasa (29/10). BBM jenis premium dan solar bersubsidi di sejumlah SPBU Tegal habis akibat keterlambatan pemasokan dari Pertamina. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Kasusnya sudah kami limpahkan ke Propam Polrestabes Semarang karena yang bersangkutan tercatat bertugas di sana,"
Pacitan (ANTARA News) - Unit Buru Sergap Polres Pacitan, Jawa Timur menangkap seorang oknum polisi Semarang berpangkat briptu yang diduga menjadi otak penyelundupan bahan bakar minyak solar bersubsidi untuk dipasok di PLTU Sudimoro.

Kasat Reskrim Polres Pacitan, AKP Sukimin, Selasa mengungkapkan, oknum polisi yang diidentifikasi dengan sebutan Briptu AR itu ditangkap setelah sebuah truk tangki pengangkut BBM ilegal terguling di ruas jalan alternatif Pacitan-Solo, Desa Sedeng, Kecamatan Pacitan, beberapa hari sebelumnya.

"Kasusnya sudah kami limpahkan ke Propam Polrestabes Semarang karena yang bersangkutan tercatat bertugas di sana," kata Sukimin kepada wartawan.

Selain AR, polisi juga menangkap Daryono, sopir tangki pengangkut BBM solar ilegal asal Kabupaten Semarang.

Dijelaskan, upaya pengungkapan tidak serta merta dapat dilakukan usai kecelakaan terjadi lantaran korban sopir maupun kenek mengalami luka-luka setelah truk tangki bernomor polisi H 1463 VS itu terjun ke jurang di jalan raya Sedeng.

Polisi lalu lintas mengetahui truk tangki Daryono mengangkut bbm ilegal setelah melakukan pemeriksaan intensif dan tidak mendapati kelengkapan surat keterangan material angkutan yang ada di dalam tangki kendaraan.

Satuan reserse dan kriminal lantas melakukan penelusuran atas asal-usul BBM solar tersebut. Hasilnya, diketahui solar bersubsidi itu dibeli Briptu AR dari sebuah SPBU di Semarang, dan dikirim ke Pacitan setiap terkumpul 5.000 liter.

"Jika terbukti pemilik BBM ilegal terancam pasal 55 Undang-undang nomor 22/2001 tentang tata niaga migas," kata Sukimin.

Hingga kini polisi masih mengembangkan kasus penyelundupan guna mengetahui siapa saja yang terlibat dalam praktik melawan hukum tersebut, termasuk mencari siapa yang bertindak sebagai penadahnya di wilayah Kabupaten Pacitan.

Kecelakaan yang mengungkap terjadinya praktik penyelundupan BBM ilegal tersebut terjadi pada Sabtu (9/11).

Saat itu, sebuah truk tangki yang melaju dari arah barat menuju kota Pacitan. Sampai di turunan tajam pada ruas jalan alternatif Desa Sedeng, truk kehilangan kendali hingga menabrak pembatas jalan.

Kendaraan besar tak lantas berhenti dan terus melaju menabrak pohon-pohon di pinggir jalan sebelum akhirnya terhenti di jurang.

Akibat kecelakaan, kabin truk mengalami rusak parah. Kecelakaan diyakini terjadi karena pengemudi hilang kendali saat melintas di pada turunan tajam yang satu tersebut. (*)

Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2013

32,6 ton BBM subsidi ilegal di Timika diamankan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar