New York (ANTARA News) - Penyanyi dan penulis lagu asal Inggris yang juga pentolan band rock Deep Purple, Ian Gillan, sedang mencoba kemampuannya dalam bentuk penulisan yang baru, yakni menulis novel. Gillan, 61 tahun, mengatakan dia telah menunggu giliran dari seorang penerbit untuk novelnya ini, kisah bernuansa politik dengan judul "Wessex". "Ini adalah novel tunggal saya dan hanya satu-satunya. Ini sungguh hasil kerja keras karena kecintaan saya. Hanya inilah ide yang dapat saya pikirkan untuk suatu buku yang mengilhami saya untuk menuliskannya," kata Gillian kepada Reuters, dalam sebuah wawancara, Senin, saat sedang berada di Amerika Utara dalam tur solonya bertajuk "Smoke This!" "Namun menulis adalah suatu hobi. Saya menulis setiap hari. Salah satu kesenangan terbesar saya adalah menulis di situs web saya sendiri." (http://www.gillan.com/). Gillan mengemukakan dia berharap bukunya akan menjadi buku yang menggemparkan (kontroversial). "Banyak hal yang salah telah menjadi hukum dan hal ini memberikan pengaruh yang sangat dalam kepada orang banyak," tutur Gillan. "Buku ini berdasarkan filosofi saya sendiri." Gillan mengatakan dia juga menandatangani kontrak minggu lalu, dengan sebuah perusahaan Inggris, untuk memoles dan merilis ulang lima album solo yang dia hasilkan selama periode 1970 hingga 1980-an. Hal ini akan direalisasikan kemudian di tahun ini. Album solo terakhirnya, "Gillan`s Inn", dirilis awal tahun ini untuk menandai karirnya selama 40 tahun. Judulnya taat asas dengan tema "Gillan`s Inn" sebagai band publik keliling, tempat orang lain bergabung untuk `ngejam` (bermain musik) bersama Gillan. Sebagai bagian tema ini, Gillan meluncurkan kontes online yang bisa diikuti banyak orang banyak untuk merekam suara dan/atau permainan gitar mereka bagi versi baru lagu Deep Purple, "Smoke On The Water" yang pertama kali dirilis pada 1972. Pemenangnya berhak mendapatkan perjalanan ke Las Vegas untuk tampil dengan Gillan. "Apakah saya muak dengan lagu itu? Saya tidak pernah merasa bosan olehnya," ujar Gillan. "Saat lagumu telah menjadi milik publik, kami hanya menjadi grup pendukung bagi penonton." (*)

Copyright © ANTARA 2006