Konferensi PBB setujui prinsip utama pakta iklim baru

Konferensi PBB setujui prinsip utama pakta iklim baru

Peneliti memetakan tutupan hutan di seluruh dunia menggunakan pencitraan Landsat dan komputasi awan. Selama 12 tahun, 2,3 juta kilometer persegi hutan hilang dan 800.000 kilometer persegi tumbuh kembali. Pengurangan tutupan hutan dapat meningkatkan emisi karbon, salah satu faktor penyebab perubahan iklim, (NASA Goddard based on data from Hansen et al., 2013. )

Warsawa (ANTARA News) - Konferensi perubahan iklim Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Warsawa, Polandia, pada Sabtu (23/11) menyetujui beberapa prinsip utama dalam pakta iklim global baru yang akan disepakati tahun 2015 dan mulai diterapkan setelah tahun 2020.

Saat perundingan sepanjang dua pekan mendekati perpanjangan waktu ke-18 jam, peserta pertemuan sepakat seluruh negara harus mempersiapkan "penetapan sumbangan nasional" untuk membantu mengurangi emisi karbon.

Kesepakatan itu dianggap sebagai langkah kunci bagi semua negara untuk mencapai target ambisius pakta iklim global tahun 2015 dan menandai keinginan mereka untuk mencegah kemacetan perundingan iklim, demikian seperti dilansir kantor berita Xinhua.

Rintangan lain yang mengancam menghambat pembicaraan iklim sebagian juga telah teratasi saat ribuan perunding dari sekitar 200 negara mengadopsi keputusan tentang bantuan terkait perubahan iklim.

Pembicaraan itu menyeru negara-negara maju untuk menggerakkan dukungan pembiayaan dari jalur pemerintah dengan "meningkatkan kenaikan" dari 100 miliar dolar AS yang dibayar per tahun selama 2010 sampai 2012.

Menurut kesepakatan sebelumnya, negara-negara maju harus menyediakan 100 miliar dolar per tahun ke negara-negara miskin setelah tahun 2020 untuk membantu negara-negara berkembang menghadapi dampak perubahan iklim.

Namun janji itu sebagian besar tidak terpenuhi dan negara-negara maju menolak menetapkan target pembiayaan untuk periode 2013 sampai 2019.

Hingga akhir pertemuan para perunding masih beradu pendapat tentang pembuatan mekanisme yang dirancang untuk membantu negara-negara rentan menghadapi dampak kerusakan akibat pemanasan global.

Sekretaris Eksekutif United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) Christiana Figueres mengatakan hasil pertemuan yang utamanya membahas pembiayaan iklim, jalan penanganan perubahan iklim tahun 2014-2015, serta dampak perubahan iklim itu sudah melebihi ekspektasi sebelumnya.

"Tak mungkin bisa menyelesaikan pembicaraan iklim dalam satu pertemuan, satu konferensi dan satu negosiasi. Sangat penting bahwa setiap hal yang dilakukan dalam satu tahun ini adalah langkah jelas ke arah yang tepat ke depan," katanya dalam keterangan pers pada akhir pertemuan yang ditampilkan di laman resmi UNFCCC.


Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar