Dewan Kesenian Jakarta napak tilas jejak Rendra

Dewan Kesenian Jakarta napak tilas jejak Rendra

WS Rendra saat menyampaikan orasi pada acara sarasehan di Jakarta pada 12 Juni 2009. (FOTO ANTARA/R.Sukendi)

Jakarta (ANTARA News) - Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta menggelar berbagai acara untuk menyusuri kembali pemikiran penyair WS Rendra.

Rekaman audio pembacaan puisi Rendra di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta tahun 1978 diputar kembali dalam acara "Napak Tilas Sastrawan Indonesia: W.S. Rendra" yang berlangsung di Graha Bhakti Budaya TIM, Senin.

Dr. Max Lane, dosen politik dan studi internasional di Victorian College of the Arts, University of Melbourne, dan penulis Seno Gumira Ajidarma akan membahas puisi dan drama Rendra dalam diskusi sastra dalam rangkaian acara itu.

Sementara Remy Silado akan menyampaikan orasi sastra mengenai Rendra serta Amin Kamil dan pelukis Hanafi akan berkolaborasi dalam pertunjukan bertajuk "Maria Zaitun."

Willibrordus Surendra Broto Rendra atau W.S Rendra adalah penyair, dramawan dan pemikir kebudayaan yang lahir di Kampung Jayengan, Surakarta, Jawa Tengah, pada 7 November 1935.

Penyair yang dijuluki "Burung Merak" itu membentuk Bengkel Teater di Yogyakarta tahun 1967 dan ketika kelompok teaternya kocar-kacir karena tekanan politik ia membentuk Bengkel Teater Rendra di Depok tahun 1985.

Rendra pertama kali mempublikasikan puisinya di media massa pada 1952 di majalah Siasat. Setelah itu puisi-puisinya menghiasi banyak media massa.

Penyair itu meninggal dunia pada 6 Agustus 2009, pukul 22.10 WIB, di Jakarta. Jenazahnya dimakamkan di kompleks Kampus Bengkel Teater Rendra Cipayung, Depok.


Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar