KPK kampanyekan budaya antikorupsi dalam keluarga

KPK kampanyekan budaya antikorupsi dalam keluarga

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Widjojanto mengatakan KPK melakukan kampanye budaya antikorupsi di dalam keluarga.

"Kenapa membangun budaya antikorupsi di dalam keluarga penting? Karena budaya korupsi kebanyakan muncul dari keluarga," kata Bambang dalam diskusi "Peran Film dalam Kampanye Antikorupsi" di acara Pekan Antikorupsi 2013 di Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Rabu.

Bambang menambahkan sebanyak delapan dari sepuluh kisah korupsi terjadi di dunia pendidikan sementara pendidikan merupakan salah satu medium untuk membangun budaya bangsa.

"Tapi kemudian budaya korupsi sudah diberikan dalam pendidikan, kan kacau itu. Sekarang kita mau membuka kesadaran itu ternyata ada masalah loh di dunia pendidikan kita," jelasnya.

Menurut Bambang, saat ini KPK masuk era baru bukan hanya sebagai lembaga untuk pemberantasan korupsi tetapi juga membangun nilai-nilai antikorupsi di dalam masyarakat.

"Menanamkan nilai-nilai antikorupsi untuk membangun integritas," katanya.

Pada kesempatan yang sama, aktor Fauzi Baadila menyampaikan bahwa setiap individu harus mengambil peran untuk membantu memberantas korupsi.

"Walau hanya ringan, jangan diam. Saya ambil peran itu lewat pekerjaan saya sebagai pekerja seni," kata pemain film "Mengejar Matahari" itu.

Lantas ia pun mengajak segenap masyarakat untuk melawan korupsi. "Lawan korupsi dari bidang kita masing-masing, dari apa yang sesuai dengan kemampuan kita," tegasnya.

Pewarta: Monalisa
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar