Kita mendorong kepolisian untuk bekerja secara signifikan untuk lebih mengungkap siapakah dalang pelakunya
Jakarta (ANTARA) - Keluarga korban meminta aparat Kepolisian segera mengungkap kasus kematian Ahmad Efendi (38) yang ditemukan tewas di aliran Kali Sodong, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (13/5).

Permintaan itu disampaikan kuasa hukum keluarga korban Ahmad Saugi Sahab saat menyambangi Mapolsek Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu.

"Kita mendorong kepolisian untuk bekerja secara signifikan untuk lebih mengungkap siapakah dalang pelakunya," ujarnya.

Dia menduga bahwa pelaku kekerasan terhadap korban Ahmad Efendi merupakan orang dekat.

Saugi menyebutkan berdasarkan hasil autopsi jenazah Ahmad Efendi  ditemukan adanya tindakan kekerasan terhadap korban.

"Hasil autopsi sangat terang karena ada dugaan penganiayaan terlebih dahulu yang dilakukan oleh pelaku. Hasil autopsi lagi diperiksa, pihak penyidik sudah pegang," ujarnya.

Dari hasil autopsi korban, ditemukan luka diduga tanda kekerasan yang terdapat di wajah korban.

Selain itu, Saugi menduga korban dibuang ke Kali Sodong dalam kondisi hidup.

"Posisi jenazah seperti terikat tapi ternyata enggak. Sepertinya korban dibuang ke kali dalam keadaan hidup. Karena kedinginan jadi melipat tangannya," katanya.

Sebelumnya, Kapolsek Pulogadung Kompol Sutrisno mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus penemuan mayat di Kali Sodong tersebut.
Baca juga: Polisi selidiki penemuan mayat di Kali Sodong
Baca juga: Polisi tangkap pelaku ganjal kartu ATM di Rawamangun 
Baca juga: Polisi usut penembakan lansia di Pulogadung

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Ganet Dirgantara
Copyright © ANTARA 2024