Jokowi ajak RNI stabilkan harga

Jokowi ajak RNI stabilkan harga

Dokumen foto pedagang sembako di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

... populasi masyarakat Jakarta sekarang semakin besar..."
Jakarta (ANTARA News) - Guna menstabilkan harga pangan menjelang Natal 2013 dan Tahun Baru 2014, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengajak badan usaha milik negara (BUMN) PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) memasok sembilan bahan pokok (sembako) bagi warga ibukota negara.

"Dengan RNI, kita harapkan pendistribuan kebutuhan sembilan bahan pokok lancar. Jangan sampai ada kelangkaan barang-barang yang telah dikerjasamakan," kata Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pengendalian Kependudukan dan Pemukiman, Syahrul Effendi, di Jakarta, Senin.

Syahrul  mewakili Jokowi saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman dengan PD Pasar Jaya, Polda Metro Jaya dan RNI terkait pengamanan pasar di Balai Agung, Balaikota DKI Jakarta, Senin.

Presiden Direktur RNI, Ismed Hasan Putro, mengemukakan bahwa pihaknya siap melayani kebutuhan sembako warga DKI Jakarta.

"Kami siap merespon kebutuhan masyarakat konsumen yang membutuhkan harga daging, beras, gula dan lain-lain dengan harga yang terjangkau pada titik-titik yang sebarannya semakin merata," ujarnya.

Ia menimpali, "Karena populasi masyarakat Jakarta sekarang semakin besar, maka hal itu memerlukan jaminan pangan yang harganya bisa sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat."

RNI, menurut dia, siap menjadi penyangga PD Pasar Jaya guna memasok bahan pangan.

"Saya kira ini era baru yang dibangun Pak Jokowi, di mana Jakarta ingin menyediakan stok bahan pangan yang cukup dengan harga yang terjangkau bekerja sama dengan BUMN dan BUMD untuk melakukan penetrasi pasar dan menstabilkan harga," katanya.

Adapun Direktur PD Pasar Jaya, Djangga Lubis, menjelaskan bahwa kebutuhan sembako per hari warga Jakarta untuk beras mencapai 250 ton, gula (300 ton), daging ayam (600 ton), daging sapi (180 ton), sayur mayur (275 ton), minyak goreng (380 ton), telur (480 ton) dan tepung terigu (834 ton). (*)

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Luki Satrio
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar