Kedatangan mereka untuk melaksanakan ritual Seba kepada Abah Gede
Serang, Banten (ANTARA) - Seribuan masyarakat Badui yang akan melaksanakan ritual Seba diterima langsung oleh Pejabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar selaku Abah Gede di Gedung Negara Provinsi Banten, Sabtu.
 
Kedatangan mereka untuk melaksanakan ritual Seba kepada Abah Gede. Seba merupakan tradisi yang dilakukan warga Badui dalam menyampaikan rasa syukur atas hasil panen yang berlimpah, dalam kurun waktu satu tahun.
 
Sebelumnya, warga Badui sudah melaksanakan ritual Seba kepada Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan pada Jumat (17/5) malam.
 
Warga Badui, tiba di Kota Serang sekitar pukul 10:00 WIB untuk transit dan istirahat di halaman Gedung Juang, Kota Serang.
 
Dari Gedung Juang, masyarakat Suku Badui luar maupun dalam yang berjumlah sebanyak 1.500 orang berjalan kaki menuju Gedung Negera Provinsi Banten.
 
Dengan didampingi langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak Imam Rismahayadi, untuk melakukan penyerahan peserta seba Badui kepada Abah Gede.

Baca juga: Tradisi Seba, 1.500 warga Badui mendatangi Gubernur Banten
Baca juga: Bupati Lebak: Tradisi Seba warga Badui harus dilestarikan 
 
PJ Gubernur Banten Al Muktabar menyambut dan mengucapkan selamat datang kepada masyarakat Badui.
 
"Selamat datang kami ucapkan kepada dulur-dulur warga Badui yang telah hadir di tengah-tengah kita," katanya.
 
Ia mengatakan telah menyiapkan berbagai hal untuk menyambut kedatangan warga Badui di Gedung Negara ini. Dia juga berharap mudah-mudahan dengan langkah ini dapat kembali membangun Banten yang lebih baik.

"Kami berharap dengan diadakannya ritual Seba Badui sebagai tradisi ini menjadi langka lebih baik ke depannya dalam membangun Banten," katanya.
 
Fasilitas yang telah disiapkan Provinsi Banten sebagai bentuk wujud kepedulian dari Pemerintah dalam kegiatan adat berjalan dengan lancar dan terus dapat dilestarikan.
 
"Sejauh ini stabilitas daerah dalam kondisi baik dan aman. Semua Fasilitas yang telah disiapkan mulai dari makanan dan rute menuju sungai Cibanten merupakan bentuk kepedulian kami agar kegiatan adat berjalan lancar," katanya.

Baca juga: Warga Badui berjalan tanpa sandal menuju alun-alun Rangkasbitung 
Baca juga: Warga Badui "turun gunung" jalani upacara tradisi Seba

Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor: Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024