Kupang (ANTARA News) - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Indonesia akan mengambil alih tanggung jawab monitoring "tropical cyclone" yang selama ini ditentukan oleh BMG Australia. "Saat ini kami sedang mengikuti 'workshop tropical cyclone' yang diberikan para ahli BMG dari Australia tentang penentuan siklon tropis," kata Kepala Badan Meteorologi Stasiun El Tari Kupang, Albert Kusbagio, di sela-sela pelatihan tersebut di Kupang, Kamis. Ia mengatakan selama ini monitoring siklon tropis di Indonesia selalu mengacu dari hasil monitoring BMG Australia, sehingga bentuk dan nama badai di Indonesia selalu merujuk dari Australia. "Jika ada badai Monica di Australia, misalnya, kita tidak perlu lagi menyebut atau menggunakan istilah itu dalam menentukan siklon tropis di Indonesia," ujarnya. Karena itu, BMG Australia memandang penting untuk memberikan pelatihan tersebut agar ke depan Indonesia sudah bisa bertanggungjawab dalam menentukan siklon tropisnya sendiri, kata Kusbagio. Ia menambahkan selama ini "tropical cyclone" di Indonesia sepenuhnya dimonitor oleh Australia, sehingga dengan adanya pelatihan tersebut, BMG di Indonesia sudah bisa menentukan siklon tropisnya sendiri. (*)

Copyright © ANTARA 2006