counter

Jenazah Joyokusumo dimakamkan di Kotagede

Jenazah Joyokusumo dimakamkan di Kotagede

Almarhum GBPH Joyokusumo (kedua kiri) semasa hidupnya. (ANTARA/Wahyu Putro A)

Bantul (ANTARA News) - Jenazah GBPH Joyokusumo, adik Raja Keraton Ngayogyokarto Sri Sultan Hamengku Buwono X dimakamkan di makam keluarga Hastorenggo, Kotagede Yogyakarta, sekitar pukul 15.00 WIB Rabu.

Pantauan di makam Kotagede, sejumlah kerabat keluarga almarhum seperti GBPH Yodhoningrat dan GBPH Prabukusumo serta kerabat keluarga lainnya diantaranya beberapa anak Sri Sultan Hamengku Buwono X yang juga Gubernur DIY turut hadir dalam pemakaman.

Selain kerabat keluarga, sejumlah pejabat daerah seperti Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) DIY Brigjen Polisi Haka Astana beserta istrinya, dan Ketua DPRD DIY Yoke Indra Samawi turut hadir dalam pemakaman tersebut.

Ratusan abdi dalem Keraton Ngayogyakarto, beserta warga Paksikaton juga turut serta dalam pemakaman jenazah GBPH Joyokusumo.

Sementara itu adik tiri almarhum, GBPH Yudhoningrat yang sekaligus Kepala Dinas Pariwisata DIY mengatakan, almarhum merupakan sosok seorang idealis dan sering mewacanakan pembaharuan di tingkat struktural keraton.

"Di dalam keluarga beliau sering mempunyai perbedaan pendapat dengan kami, namun tidak menjadi masalah, beliau harapkan keraton itu klasik, sehingga lebih menarik dibanding organisasi yang ada sekarang ini," katanya.

Sementara itu, istri almarhum Bray Hajah Joyokusumo usai pemakaman mengatakan, dirinya mengakui belum siap ditinggal almarhum mengingat kenangan di dalam keluarga yang sudah dibangun cukup lama sekitar 30 tahun.

"Karena apa, dengan kelebihan dan kekurangannya termasuk kami melayani selama dia (almarhum) sakit itu masih teringat," katanya yang didampingi kerabat keluarga.

Menurut dia, sebelum meninggal almarhum telah menderita sakit komplikasi sejak 2009 bahkan pihak keluarga telah berupaya memeriksakan ke rumah sakit di dalam maupun luar negeri, akan tetapi takdir berkehendak lain.

"Sakitnya sudah sejak 2009 dengan sakit yang berbeda, sudah berobat ke Belanda, Malaysia, Singapura memang dengan beda sakit, seperti sakit ginjal, jantung, kalau untuk gula bisa dikendalikan tapi karena komplikasi," katanya.

Adik bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X yang meninggal pada Selasa (31/12) sekitar pukul 17.00 di Jakarta ini meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak (Nyai Raden Ria Jayaningrum, KRT Joyoningrat, Nyai Raden Ria Jayaningtyas.

Pewarta: Heri Sidik
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar