Gerakan sehari tanpa nasi dikenalkan

Gerakan sehari tanpa nasi dikenalkan

ilustrasi nasi, Beras, Beras impor (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Selaku pemerintah Kota Kendari, saya canangkan sehari tanpa nasi sekaligus Saya imbau warga untuk sehari tidak makan nasi. Sambil kita hilangkan presepsi bahwa belum makan kalau belum makan nasi,"
Kendari (ANTARA News) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, SUlawesi Tenggara (Sultra), mencanangkan "one day no rice" atau sehari tanpa nasi sebagai bentuk upaya memasyarakatkan pangan lokal di daerah itu.

Pencanangan itu dilakukan oleh Wali Kota Kendari, Asrun, di hadapan warga Kendari dan jajaran pejabat lingkup Kendari pada detik-detik pergantian tahun baru 2014, Selasa (31/12) malam.

"Selaku pemerintah Kota Kendari, saya canangkan sehari tanpa nasi sekaligus Saya imbau warga untuk sehari tidak makan nasi. Sambil kita hilangkan presepsi bahwa belum makan kalau belum makan nasi," kata Asrun.

Menurutnya, Indonesia dalam ancaman krisis pangan, tingkat konsumsi beras di Indonesia mencapai 140 kilo gram beras per kapita per tahun.

"Saya berharap dengan pencanangan ini maka bisa minimalisir makan nasi, untuk memenuhi kebutuhan lainnya maka harus dipenuhi dengan cara makan non beras seperti kasuami, kabuto, sinonggi dan kambose. Ini untuk mengurangi ketergantungan warga terhadap beras atau padi," ujarnya.

Asrun menyarakan untuk ditetapkan hari Senin, atau sehari dalam seminggu tidak makan nasi, dan berharap hasilnnya bisa lebih menyehatkan warga karena selama ini makan nasi yang terlkalu tinggi gulanya.

"Ini gerakan mulai dari pemkot, kami ajak juga restoran dan hotel agar siapkan menu Senin tanpa nasi. Kami akan buat surat edaran perintah untuk siapkan menu Senin sebagai menu spesial bukan nasi kepada setiap restoran," katanya.
(KR-SPR/E001)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar