Turki seru oposisi Suriah bersatu sebelum Konferensi Jenewa II

Turki seru oposisi Suriah bersatu sebelum Konferensi Jenewa II

Ilustrasi Konflik Suriah (ANTARA News/Grafis)

Istanbula (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu, Kamis (2/1), menyeru oposisi Suriah agar memperlihatkan solidaritas menjelang Konferensi Jenewa II.

Dalam pernyataan bersama dengan Ahmad Jarba, pemimpin Koalisi Nasional Suriah (SNC) --kelompok payung oposisi yang berpusat di Istanbul, Davutgolu mengatakan, "Perwakilan kuat rakyat Suriah di Jenewa II adalah keinginan terbesar Turki. Dalam konteks itu, kami akan terus memberikan dukungan kami buat SNC."

Ahmad Jarba mengatakan SNC adalah "satu-satunya struktur sah" yang mewakili rakyat Suriah, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat malam. Ia menambahkan, "Kami telah mengadakan pembicaraan dengan negara Barat dan negara Arab" dalam upaya menghimpun dukungan internasional.

Sementara itu Davutoglu mengatakan dalam beberapa hari ke depan di Turki akan ada beberapa pertemuan yang diselenggarakan oleh beberapa negara di wilayah tersebut bagi konsultasi lebih lanjut mengenai Konferensi Jenewa II.

Konflik Suriah, yang telah berkecamuk selama hampir tiga tahun, telah menewaskan lebih dari 100.000 orang, membuat lebih dari dua juta orang mengungsi ke luar negeri, dan jutaan orang lagi menggantungkan diri pada bantuan asin.

Sebelumnya Ahmad Jarba mengatakan bahwa Koalisi Nasional telah memutuskan untuk menghadiri konferensi Jenewa II di bawah sejumlah syarat, termasuk bahwa Presiden Bashar al-Assad tidak akan berperan lagi dalam masa depan politik Suriah.

Ia menambahkan syarat oposisi yang juga mencakup pembukaan jalur kemanusiaan dan pembebasan tahanan perempuan dan anak-anak diterima oleh pertemuan Sahabat Suriah di London dan dihadiri oleh menteri luar negeri dari 11 negara.

"Berdasarkan kesepakatan kami dengan 11 menteri luar negeri, Konferensi Jenewa II akan terbatas dalam masalah rentang waktu," kata Jarba.

"Ini akan mengarah kepada pemerintah transisi dengan kekuatan presidensial nyata melebihi keamanan, tentara, intel, dan kehakiman dan Bashar al-Assad tidak akan berperan dalam priode peralihan serta masa depan Suriah," katanya.

Kepala Dewan Nasional Suriah, anggota terbesar Koalisi Nasional, George Sabra, belum lama ini mengatakan bahwa Koalisi akan mengambil keputusan akhir tentang apakah akan ikut dalam pembicaraan Jenewa II.

Perundingan Jenewa ditujukan untuk mengakhiri perang saudara di Suriah, yang telah menewaskan 126.000 orang yang memaksa jutaan orang meninggalkan rumah mereka.

Presiden Rusia Vladimir Putin, Selasa (31/12), menegaskan dukungan Rusia untuk konferensi internasional tentang Suriah Jenewa II.

ITAR TASS, dengan mengutip keterangan Martin Nesirky, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, melaporkan Presiden Putin menekankan dukungan Moskow terhadap Jenewa II dalam percakapan telepon dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.

(C003)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2014

3 Negara Ajak Indonesia Tekan Suriah & Rusia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar