Jakarta (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta meminta kepada Dinas Pendidikan DKI menambah jalur afirmasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2024 untuk menampung semakin banyak siswa tak mampu.

"Ada permintaan agar jalur afirmasi ditingkatkan presentasenya dari 25 persen menjadi 50 persen," kata Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, kuota jalur afirmasi (keluarga tidak mampu dan penyandang disabilitas) sebanyak 25 persen yang disediakan untuk siswa dari keluarga ekonomi tidak mampu masih kurang.

Untuk itu, pihaknya berharap adanya penambahan kuota jalur afirmasi pada PPDB sehingga peluang anak dari kalangan tidak mampu semakin banyak yang tertampung di sekolah negeri.

Ia menjelaskan bahwa masih kurangnya jalur afirmasi ini dikhawatirkan akan membebankan bagi keluarga kurang mampu untuk memberikan pendidikan bagi anak-anaknya mengingat sekolah di swasta biayanya cukup tinggi.

"Tujuannya supaya membuka ruang bagi anak didik dari kalangan tidak mampu masuk ke sekolah negeri," tuturnya.

Baca juga: Dipastikan tidak ada istilah orang dalam dan jual-beli kursi pada PPDB
Baca juga: Ada zona prioritas bagi CPDB tingkat SD di Jakarta

 
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria memberi keterangan kepada media di Jakarta, Senin (27/5/2024). ANTARA/Khaerul Izan
Menurut dia, permasalahan kurangnya kuota bisa di atasi apabila seluruh sekolah dari tingkat TK hingga SMA atau SMK digratiskan sehingga tak ada lagi masalah rebutan kursi untuk mengenyam pendidikan di sekolah negeri.

"Dengan sekolah gratis, masalah di PPDB ini tidak ada lagi. Sebenarnya ini masalah daya tampung sekolah. Kalau digabungkan daya tampung negeri dengan swasta itu sebenarnya sudah cukup," katanya.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Purwosusilo mengatakan bahwa belum bisa menambah jalur afirmasi until PPDB Tahun Ajaran 2024.

Menurut dia, rerata jalur afirmasi ini sudah terpenuhi dengan zonasi, karena keluarga kurang mampu biasanya juga sudah berdekatan dengan sekolah.

"Untuk sekarang tidak bisa ditambah. Jalur afirmasi ini memang jatahnya 25 persen dan apabila digabungkan dengan jalur zonasi maka cukup untuk menampung siswa dari keluarga kurang mampu," katanya.
 

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2024