Jakarta (ANTARA) - Pemain timnas putri  Indonesia Helsya Maeisyaroh menilai kemenangan 5-1 atas Singapura dalam laga uji coba di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa, menjadi semangat baru bagi perkembangan sepak bola putri tanah air.

Pemain yang merumput bersama FC Ryukyu di Jepang itu melihat sepak putri Indonesia baru saja menjadi sorotan ketika timnas U-17 babak belur dalam Piala Asia Putri U-17 2024 di Bali beberapa waktu lalu.

Saat itu, Indonesia yang ditangani pelatih timnas senior Satoru Mochizuki, tak dapat berbuat banyak pada babak penyisihan grup, dengan kebobolan 27 kali dari tiga laga dan hanya menyarangkan satu gol yang dicetak Claudia Scheunemann.

“Alhamdulillah bisa menang 5-1, ini benar-benar bisa bikin semangat baru untuk timnas wanita Indonesia. Semoga ke depannya bisa lebih bagus lagi," kata Helsya kepada ANTARA seusai laga.

Ia mengatakan salah satu kunci timnya menang 5-1 adalah suasana ruang ganti Garuda Pertiwi yang saling merangkul satu sama lain dengan tidak membeda-bedakan mana pemain senior dan mana pemain muda.

Baca juga: Satoru Mochizuki sangat senang timnas putri menang telak 5-1

“Menurut aku sekarang itu enggak ada yang membeda-bedakan mana senior dan junior. Kalau di dalam lapangan, kita semua satu tim, kita semua satu Indonesia. Untungnya kita bisa cepat kerja sama juga, jadi saya sangat senang," kata pemain 19 tahun itu.

Helsya yang tak tergantikan sebagai gelandang mengatakan kemenangan telak ini tidak boleh membuat timnya cepat berpuas diri karena menurutnya permainan tim belum sempurna.

“Pastinya kita enggak boleh over confident. Kita memang bisa menang 5-1 tapi aku merasa kita masih belum enak mainnya," kata Helsya.

Helsya juga mengatakan bawah dukungan ribuan suporter sangat berpengaruh pada permainan tim.

Dia mengapresiasi aksi suporter yang membentangkan spanduk bertuliskan “Liga Putri?”, yang menurutnya selaras aspirasi para pemain Garuda Pertiwi yang menginginkan kompetisi sepak bola putri di Indonesia segera digelar.

“Senang banget. Maksudnya suporter Indonesia datang bukan hanya sekadar nonton, tapi teriakin kita juga butuh liga. Dan aku sangat bersyukur,” kata dia.

Baca juga: Zahra Muzdalifah paparkan perbedaan kepelatihan timnas dengan klub

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2024