Beberapa Resi Gudang di tanah air dapat kita manfaatkan sebagai pintu ekspor dan ini harus dilakukan di Sumbar
Padang (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk memperkuat Sistem Resi Gudang guna meningkatkan ekspor dari Ranah Minang ke berbagai negara.

"Beberapa Resi Gudang di tanah air dapat kita manfaatkan sebagai pintu ekspor dan ini harus dilakukan di Sumbar," kata Ketua Komite Tetap Perundingan Bilateral Kadin Indonesia Hendra Hartono di Padang, Sumbar, Rabu.

Hal tersebut disampaikan Hendra Hartono pada diskusi terpumpun bertajuk "Implementasi ekosistem Resi Gudang di Provinsi Sumatera Barat".

Hartono mengatakan dengan menyiapkan dan mengoptimalkan keberadaan resi gudang maka seluruh barang atau komoditas yang sesuai standard serta telah melalui proses seleksi akan lebih gampang masuk ke pasar global.

Dalam paparannya, Hartono menawarkan konsep baru tentang penerapan Resi Gudang di tanah air khususnya yang terkait dengan ekspor sejumlah komoditas yang disebut dengan barter timbal dagang.

Baca juga: Kemendag: Perkembangan SRG Probolinggo menunjukkan tren positif

Baca juga: Bappebti: Optimalisasi SRG jaga stabilitas harga komoditas


Menurut dia, untuk memaksimalkan peran Resi Gudang di Ranah Minang, Kadin menyarankan agar Pemerintah Provinsi Sumbar meniru sistem Resi Gudang yang ada di Pulau Jawa.

"Hampir semua daerah di Jawa sudah bisa melaksanakan Resi Gudang dan ini bisa menjadi contoh," kata dia.

Untuk diketahui, terdapat sejumlah keuntungan penerapan sistem Resi Gudang. Pertama, adanya database produksi dan konsumsi komoditas di Indonesia sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan pemerintah di bidang pangan dan perdagangan.

Kemudian, mempertahankan stabilitas harga komoditas sehingga sesuai dengan daya beli masyarakat, mengurangi ketergantungan petani kepada tengkulak karena tersedia lembaga pembiayaan yang dapat memberikan pembiayaan dengan jaminan Resi Gudang.

Selain itu, Resi Gudang juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani karena bisa menunda penjualan, dan menghindari keterpaksaan petani menjual komoditas dengan harga rendah.

Terakhir, memberikan keleluasaan petani untuk merencanakan proses tanam hingga panen karena akan mempunyai modal yang cukup untuk membiayai keperluan produksi.

Baca juga: Kadin: Program pelatihan perlu diselaraskan dengan kebutuhan industri

Baca juga: Ketua Dewan Eurasia Internasional tawarkan kerja sama ke Kadin Jatim

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2024