Serang (ANTARA) - Polresta Serang Kota mengamankan delapan anggota geng motor yang kedapatan hendak melakukan tawuran di Jalan Sayabulu, Kelurahan Serang, Kota Serang, Banten, yang kemudian diancam akan dikeluarkan dari sekolah.
 
Kasi Humas Polresta Serang Kota, Kompol Iwan Sumantri, di Serang, Rabu, mengatakan, diamankannya delapan anggota geng motor tersebut bermula dari informasi masyarakat karena adanya remaja anggota geng motor yang diduga hendak melakukan tawuran.
 
"Hari Rabu pukul 01.00 WIB personil Polsek Serang berhasil mengamankan delapan orang kelompok geng motor," katanya.

Baca juga: Polres Serang dirikan empat posko pemburu geng motor
 
Dari hasil pemeriksaan, delapan orang tersebut masih tercatat sebagai pelajar SMP dan SMK di Kota Serang.
 
"Kami sempat melakukan pengembangan ke rumah salah seorang anggota geng motor di Lingkungan Dalung, Cipocok jaya. Namun hasil pengecekan yang bersangkutan tidak pulang kerumah dan tidak ditemukan senjata tajam," katanya.

Baca juga: Polresta Banjarmasin tangkap 15 remaja serang warga gunakan sajam
 
Dan untuk memberikan efek jera, kepolisian telah memanggil orangtua anggota geng motor tersebut, beserta pihak sekolah agar kedelapan pelajar itu tidak mengulangi perbuatannya.
 
"Para pelajar tersebut diharuskan untuk meminta maaf kepada orang tuanya, dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi kembali perbuatannya," katanya.

Baca juga: Tiga anggota geng motor ditangkap polisi usai serang warga
 
Iwan juga meminta kepada para orang tua agar melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya apabila sudah pukul 21.00 WIB anak harus sudah di rumah, untuk menghindari kejadian serupa yang dapat merugikan diri sendiri.
 
"Dalam menyelesaikan fenomena kenakalan pelajar seperti tawuran, genk motor, dan balap liar ini, dibutuhkan peran serta orang tua dan guru. Karena ini bukan hanya peran dan tugas Polri saja," katanya.
 
Selain itu di sekolah juga dilakukan pengawasan dan diberikan edukasi serta dilakukan penegasan kepada siswa yang melakukan kenakalan remaja agar diberi sanksi dikeluarkan dari sekolah.

Baca juga: Kapolres Gowa minta pemanah mata remaja serahkan diri
Baca juga: Gerombolan bermotor serang pos Pemuda Pancasila di Sukabumi

Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor: Tunggul Susilo
Copyright © ANTARA 2024