Kita sudah mendengar banyak laporan terkait masih kurangnya kuota BBM jenis solar untuk nelayan, ini segera kita upayakan meminta penambahan ke Pertamina
Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh mengupayakan penambahan kuota BBM bersubsidi jenis solar untuk kebutuhan nelayan Lampulo Banda Aceh yang saat ini masih belum tercukupi.
 

"Kita sudah mendengar banyak laporan terkait masih kurangnya kuota BBM jenis solar untuk nelayan, ini segera kita upayakan meminta penambahan ke Pertamina," kata Kepala DKP Aceh, Aliman, di Banda Aceh, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan Aliman usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu SPBUN di komplek pelabuhan perikanan Lampulo lama, Banda Aceh.
  Sidak tersebut dilakukan setelah DKP Aceh menerima banyak laporan terkait kekurangan BBM solar subsidi yang dibutuhkan nelayan setempat hingga menyebabkan antrian panjang.

  Aliman menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima pengelola SPBUN Tuah Sejati di kawasan Lampulo Banda Aceh, kuota BBM solar bersubsidi saat ini masih kurang.

  Di mana, SPBUN tersebut hanya mendapatkan sebanyak 200 ton per bulan, serta adanya penambahan delapan ton tahun ini. Jumlah itu masih belum memenuhi kebutuhan nelayan di Banda Aceh.

  "Berdasarkan kebutuhan riil yang dilaporkan, jumlah BBM yang harus disediakan sebanyak 300-350 ton setiap bulannya," ujarnya.

  Ia menuturkan, terkait rencana pengajuan penambahan kuota BBM jenis solar untuk nelayan, pihaknya segera melakukan kajian komprehensif bersama stakeholder guna memastikan angka ideal kebutuhan BBM subsidi di kawasan Lampulo.

  Nantinya, hasil kajian tersebut akan diteruskan ke Pertamina atau Badan Pelaksana Harian Migas Aceh agar mendapatkan pertimbangan.

  "Kita sampaikan nantinya permintaan SPBUN yang ada di kawasan pelabuhan perikanan Lampulo bahkan jika memungkinkan di seluruh Aceh dapat direalisasikan," kata Aliman.

  Sementara itu, pengelola SPBUN Tuah Sejati Lampulo, Baydhawi menjelaskan bahwa kuota 200 ton yang selama ini diberikan tidak dipasok sekaligus. Melainkan, dengan cicilan delapan ton per hari atau 24 kali dalam sebulan.

  Kemudian, dari delapan ton BBM yang disalurkan per hari itu, dibagi lagi menjadi dua segmen masing-masing empat ton, yaitu untuk armada kapal pukat dengan batasan bobot maksimal 30 Gross Tonnage (GT), dan boat kecil yang pergi melaut per hari.

  Karena itu, ia berharap kepada DKP Aceh dapat memfasilitasi pengajuan tambahan kuota baru BBM jenis solar subsidi ke Pertamina sebanyak 50-100 ton lagi.

  "Kita harap ada penambahan sekitar 50 sampai 100 ton lagi agar dapat memenuhi kebutuhan kapal nelayan yang bersandar di kawasan pelabuhan perikanan Lampulo," kata Baydhawi.

Baca juga: Pemerintah latih nelayan Banda Aceh cara penanganan ikan di atas kapal
Baca juga: DKP dan Bank Aceh sepakati optimalkan UMKM perikanan lewat KUR
Baca juga: DKP berharap lembaga adat bantu pemerintah hidupkan tambak di Aceh

 

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2024