Bahkan simulasi yang sangat baik kami dorong dilakukan secara rutin di Labuan Bajo
Labuan Bajo (ANTARA) - Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama meningkatkan kesiapsiagaan bersama pemangku kepentingan menghadapi situasi darurat di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT)
 
"Kita bisa mengurangi korban apabila di Labuan Bajo terjadi sesuatu hal seperti kecelakaan di Labuan Bajo yang menjadi Destinasi Pariwisata Super Prioritas sehingga ini menjadi kepedulian bagi Basarnas melakukan kerja sama dengan Kemenparekraf," kata Direktur Operasi Basarnas Brigjend (Mar) Edy Prakoso di Labuan Bajo, Kamis.
 
Ia menjelaskan dasar kerja sama dengan Kemenparekraf bersumber dari Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan yang mengamanatkan penyedia jasa pariwisata dalam menyelenggarakan kegiatan dapat menimbulkan risiko bagi keselamatan manusia wajib menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang SAR.
 
"Saya terima kasih kepada Kemenparekraf, ini adalah pilot projek yang dilakukan di empat DPSP lainnya yakni di Likupang, Borobudur, Mandalika dan Danau Toba, ini sangat baik sehingga di DPSP wisatawan asing dan nusantara dapat aman dan nyaman khususnya di Labuan Bajo," katanya.
 
Ia menjelaskan dalam kerja sama telah dilakukan workshop, focus group discussion, simulasi penyelamatan kapal wisata dan penandatanganan rencana kontijensi operasi SAR penanganan kecelakaan kapal di Labuan Bajo dengan melibatkan 23 pemangku kepentingan dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, badan usaha, organisasi seperti perkumpulan kapal pinisi dan penyelam di kawasan Labuan Bajo.
 
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Hariyanto mengatakan kerja sama dengan Basarnas merupakan wujud konkrit kebijakan strategis para pihak yang terkait dengan kepariwisataan, karena sektor pariwisata membutuhkan tingkat interdependensi yang sangat tinggi.
 
"Sehingga butuh kolaborasi, bahkan kami menegaskan kolaborasi sehingga ada penandatanganan PKS terkait kontigensi dan lainnya," katanya.
 
Ia juga menjelaskan seluruh sumber daya kepariwisataan bersatu padu di Labuan Bajo dalam penanganan protokol keamanan dan keselamatan.
 
Ia juga menjelaskan kerja sama tersebut menjadi pilot projek dan akan dikembangkan, di lima DPSP di Indonesia.
 
"Bahkan simulasi yang sangat baik kami dorong dilakukan secara rutin di Labuan Bajo," katanya.

Baca juga: Basarnas simulasikan penyelamatan korban kapal terbakar di Labuan Bajo
Baca juga: Sandiaga harap Labuan Bajo jadi pusat pariwisata hijau

Pewarta: Gecio Viana
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2024