Jakarta (ANTARA) - PT ITSEC Asia Tbk meluncurkan IntelliBroń, sebuah sistem keamanan siber yang terintegrasi dalam sebuah jaringan untuk menjadi solusi bagi tantangan keamanan siber saat ini, khususnya bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM).

PT ITSEC Asia Tbk meluncurkan IntelliBroń bekerja sama dengan XL Axiata Company & Hypernet Technologies, sebagai Mitra Strategis, dan dalam pelaksanaannya menunjuk DEFEND IT360 untuk memasarkan produk tersebut.

"Kami mengembangkan sebuah inovasi solusi keamanan siber yang dirancang agar tepat guna pada hal yang esensial bagi pelaku usaha, utamanya bagi pelaku UKM," ujar Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk Joseph Edi Hut Lumban Gaol dalam rilis pers yang diterima, Jumat.

Baca juga: Wamenkominfo sebut strategi keamanan siber kunci VID 2045

Baca juga: Pakar keamanan siber sebut perlunya regulasi atur kebebasan digital


Pada umumnya UKM memiliki keterbatasan tenaga ahli keamanan siber dan juga kurangnya pemahaman organisasi terhadap keamanan siber dan resiko-resiko serangan dunia maya.

Selain itu, anggaran keamanan yang terbatas juga menjadi tantangan untuk melakukan investasi keamanan siber yang tepat pada skala anggaran. Ditambah lagi kompleksitas layanan keamanan siber yang tersedia seringkali menjadikan keputusan pengembangan keamanan siber sulit terwujud.

Dengan fitur-fitur penting untuk sebuah sistem deteksi dan respons ancaman, IntelliBroń menjadi solusi yang diklaim hemat biaya.

IntelliBroń merupakan sebuah perangkat sistem keamanan siber dan peringatan dini yang dapat mendeteksi anomali siber yang mencurigakan melalui monitoring system (dashboard) bernama Bellatrix, dan Network Threat Detector (Hardware) yang dinamakan Rigel.

Dashboard sendiri adalah fitur di mana seorang analis keamanan siber melakukan monitoring dan analisa dari aktivitas mencurigakan yang berhasil terdeteksi, serta melakukan pencatatan atas respon yang dapat dilakukan.

Sedangkan Threat Detector adalah perangkat keras yang dipasang di dalam jaringan milik pengguna IntelliBroń untuk membaca, menganalisa dan mendeteksi aktivitas yang lewat dalam jaringan, baik itu antar internal atau dengan pihak eksternal.

Secara sederhana, IntelliBroń bekerja dengan cara memantau seluruh aktivitas siber dan data trafik yang ada dalam perusahaan, dan mengirimkan notifikasi secara real-time apabila ditemukan adanya aktivitas siber yang mencurigakan.

Notifikasi tersebut dapat membantu perusahaan dalam menentukan langkah mitigasi yang dapat dilakukan.

Head of Research & Development PT ITSEC Asia Tbk, Rasyid Sahputra menyampaikan bahwa fitur yang disematkan dalam IntelliBroń bukan hanya merupakan fitur-fitur arus utama, namun juga fitur terkini seperti kecerdasan artifisial (AI) dan pembelajaran mesin.

“IntelliBroń telah mengadopsi berbagai fitur yang diperlukan dalam menciptakan ekosistem siber yang aman di dalam perusahaan, seperti AI dan machine learning yang dapat membedakan antara aktivitas sistem dan lalu lintas data perusahaan, dengan aktivitas siber yang mencurigakan,” kata Rasyid.

Dengan adanya teknologi AI di dalam IntelliBroń, anggota perusahaan yang tidak memiliki tim spesialisasi di bidang keamanan siber juga dapat mengetahui secara langsung terkait langkah mitigasi dari serangan siber.

Teknologi AI yang disematkan dalam IntelliBroń memilki sistem pembelajaran mandiri karena telah diprogram dengan informasi terkait aktivitas siber mencurigakan yang dapat diantisipasi.

Seperti CCTV, IntelliBroń akan mendeteksi aktivitas atau lalu lintas siber dalam sistem perusahaan. Apabila muncul kejanggalan berdasarkan basis data yang ada, maka IntelliBroń akan segera mengirim notifikasi yang dapat membantu UKM untuk menentukan langkah pencegahannya.

"Kehadiran IntelliBroń kami harap dapat mendukung kinerja seluruh UKM di Indonesia untuk dapat terus beroperasi dengan dukungan infrastruktur digital yang lebih aman dari ancaman siber," pungkas Joseph.

Baca juga: Serangan 'ransomware' global meningkat 49 persen selama 2022-2023

Baca juga: Kemenkominfo dan BSSN kerja sama jaga keamanan siber World Water Forum

Baca juga: Menkominfo: Implementasi keamanan siber hadirkan peluang

 

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024