Sepuluh persen saja jadi unicorn maka program ini sudah luar biasa dan bisa membuka peluang usaha dan lapangan kerja untuk tahun-tahun ke depan
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan 100 perusahaan rintisan (startup) untuk mendapatkan pendampingan melalui program Indonesia Business Startup Matchmaking (IndoBisa) 2024.

Dalam acara peluncuran IndoBisa 2024 di Jakarta, Jumat, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan dari 100 startup yang terkurasi untuk mendapatkan pendampingan itu, diharapkan 10 startup itu dapat mencapai status unicorn.

“Sepuluh persen saja yang bisa jadi unicorn maka program ini sudah luar biasa dan bisa membuka peluang usaha dan lapangan kerja untuk tahun-tahun ke depan,” katanya.

Sandiaga menjelaskan di era kecerdasan buatan (AI) saat ini, peran startup menjadi semakin penting dalam mendorong percepatan penggunaan AI untuk kesejahteraan masyarakat.

Kemenparekraf berkomitmen untuk mendukung perkembangan startup melalui berbagai program, termasuk IndoBisa.

Dia optimistis bahwa program ini akan mampu menghasilkan startup-startup yang tidak hanya dapat membantu memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap lapangan pekerjaan dan kemajuan ekonomi kreatif Indonesia.

Baca juga: Kemenparekraf: Wisata olahraga ekstrem berpotensi dikembangkan

Baca juga: Menparekraf dorong acara berkonsep berkelanjutan untuk promosi usaha


Program IndoBisa 2024 adalah wadah bagi startup pariwisata dan ekonomi kreatif seperti gaming, aplikasi, desain, seni, media, hiburan, dan pariwisata, yang membutuhkan permodalan dari modal ventura.

Program ini juga menjadi kesempatan bagi startup untuk mendapatkan pendampingan dari para modal ventura (VC) ternama di industri.

Program ini menargetkan startup yang sudah memiliki model bisnis yang teruji dan menghasilkan omzet minimal Rp50 juta per bulan dan atau sudah mendapatkan pendanaan sebelumnya.

Pendaftaran dibuka mulai 31 Mei—31 Juli 2024. Hasil seleksi akan mengambil 100 startup terpilih untuk kemudian dikurasi lagi menjadi 30 startup terbaik untuk diberikan kesempatan pitching dengan modal ventura dan mendapatkan akses pasar.

“Target 100 startup ini diharapkan bisa tercapai satu tahun ini. Kami juga berharap 100 startup ini bukan hanya terpilih, tetapi juga diberikan pendampingan, business matchmaking, dikenalkan ke investor, dibantu pemasaran, dibantu pengelolaannya,” kata Sandiaga.

Baca juga: Kemenparekraf pertemukan UMKM dengan industri besar via ajang Kenarok

Baca juga: Kemenparekraf raih Digital Government Award


Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2024