Muaradua (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat sebanyak 883 rumah di wilayah itu terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Selatan Heri Pramono di Muaradua, Sabtu, mengatakan pasca-bencana alam yang terjadi pada Rabu (29/5), pihaknya terus melakukan pendataan jumlah korban terdampak banjir dan tanah longsor.

Baca juga: BPBD OKU Selatan: 442 rumah warga terdampak banjir

Baca juga: Dua unit jembatan gantung di OKU Selatan putus diterjang banjir


"Berdasarkan hasil pendataan terakhir tercatat sebanyak 883 rumah warga di 15 desa di OKU Selatan terdampak bencana banjir dan tanah longsor," katanya.

Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak tiga unit rumah yang rusak berat setelah dihantam tanah longsor.

Bahkan, kata dia, bencana alam yang disebabkan luapan Sungai Saka dan Sungai Selabung itu merenggut dua orang korban jiwa akibat diterjang banjir dan tanah longsor.

Selain itu, bencana alam juga merusak sejumlah fasilitas umum, seperti enam unit jembatan gantung, satu unit tempat ibadah dan perkantoran, irigasi dan 96 hektare perkebunan terendam banjir mencapai satu meter, sehingga petani terancam gagal panen.

Baca juga: Kemensos terjunkan Tagana tangani pascabanjir bandang OKU Selatan

Ia mengaku saat ini pihaknya masih fokus melakukan pemulihan pasca-bencana, seperti membersihkan material sisa banjir dan tanah longsor menggunakan alat berat agar aktivitas masyarakat kembali normal.

"Sejauh ini beberapa titik wilayah yang tertutup longsoran tanah sudah dibersihkan oleh personel BPBD dibantu masyarakat sekitar," ujarnya.

Pewarta: Edo Purmana
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2024