Jakarta (ANTARA) - Desainer Ivan Gunawan mengatakan
tujuannya membangun sebuah masjid di Distrik Butanjwa Hoima Uganda Barat, Afrika untuk mengatasi krisis air bersih.

Saat ditemui wartawan di Kantor Baznas Pusat, Jakarta, Senin, Ivan mengatakan tempat ibadah umat Islam Uganda itu diberi nama "Masjid Indonesia."

 Ivan berharap bisa membantu rakyat Uganda mengakses air bersih, untuk keperluan sehari-hari.
 
“Melihat teman-teman di Uganda shalat di bawah ranting, anak-anak susah cari air bersih. Saya mulai cari gimana cara bikin masjid dan sumur untuk di sana," kata Ivan.

Baca juga: Ivan Gunawan sumbang keuntungan "Hijab Mandjha" untuk Palestina

Baca juga: Prediksi tren fesyen 2024 dari kacamata desainer


Pada Januari lalu, masjid itu sudah berdiri dengan kokoh. Lokasi Masjid Indonesia itu hanya empat jam dari ibu kota Uganda.

Di Uganda, kata Ivan, memang sudah ada beberapa masjid, tapi satu-satunya masjid yang berwarna putih adalah "Masjid Indonesia”.

Ivan meyakini bahwa tindakan kecil yang dilakukan secara bersama-sama akan memberikan dampak yang besar.

Untuk itu, dia bersama jenama Mandjha Hijab bertekad untuk bisa membantu mengatasi permasalahan yang dirasakan di negara tersebut sebisanya.

Senin petang tadi, Ivan juga berkomitmen akan menyumbangkan hasil penjualan penutup kepala yang didesain khusus dengan corak bendera Palestina untuk rakyat Palestina yang menjadi korban gempuran Israel.
 
Inspirasi pembuatan penutup kepala itu datang dari sorban kotak-kotak Keffiyeh yang identik dengan perjuangan rakyat Palestina.

"Kemudian saya tambahkan ornamen bunga yang warnanya sama dengan bendera Palestina. Dan jadilah kerudung," kata Ivan.
 
Selain disumbangkan ke Palestina dan Uganda, dari keuntungan Hijab Mandjha, Ivan Gunawan juga melakukan kegiatan sosial dengan merenovasi sejumlah sekolah, pesantren dan membangun rumah Tahfiz Quran di Sawangan Depok yang saat ini sudah menampung sekitar 80 orang santri.

”Saya ingin di rumah tahfiz, anak-anaknya bisa berprestasi. Saat ini ada 80 anak. Saya sekolahkan dan arahkan sesuai kemahiran mereka. Dimulai pendidikan agama dan Bahasa Inggris," kata Ivan.

Ivan juga memberi kesempatan kepada anak-anak disabilitas untuk menggambar produk mode buatannya. Salah satunya ilustrator tunagrahita Windi Setyoningsih.
 
Jiwa sosial yang dimiliki Ivan Gunawan membuat Baznas RI memberikannya penghargaan secara khusus.

Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua Baznas Prof Dr KH Noor Achmad, MA, pada Senin (3/6) di kantor Baznas, Matraman, Jakarta.

“Ivan Gunawan sangat luar biasa dalam hal kemanusiaan. Ini menjadi bagian tak terpisahkan dari apa yang diperjuangkan oleh Baznas. Harapan kami, Baznas bisa berkolaborasi dengan Ivan Gunawan dan tim, termasuk untuk Palestina dalam Membasuh Luka Palestina”, ujar Noor.

Noor juga mengatakan bahwa kerja sama dengan Ivan Gunawan diharapkan bisa menjadi kekuatan dan suplemen tambahan bagi Baznas untuk bersama membantu kemanusiaan yang ada di Indonesia dan dunia.

"Kami apresiasi apa yang dilakukan oleh beliau, untuk itulah kami memberikan penghargaan khusus kepada Ivan Gunawan," kata Noor.

Baca juga: Baznas: Butuh dorongan politik agar bantuan ke Palestina tersalurkan

Baca juga: Baznas RI dirikan tenda darurat dan toilet umum untuk masyarakat Gaza

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024