counter

Delapan desa di OKU kebanjiran

Delapan desa di OKU kebanjiran

ilustrasi Seorang warga mengevakuasi hewan ternak saat banjir di Desa Kraton, Kencong, Jember, Jawa Timur, Sabtu (21/12). Sebanyak 1.162 rumah di Desa Kraton dan Paseban Kencong terendam banjir karena jebolnya tanggul sungai Tanggul. (ANTARA FOTO/Seno)

Bagi kami banjir sudah menjadi langganan setiap tahun saat musim penghujan. Bahkan, air pernah masuk ke rumah setinggi dua meter,"
Baturaja, Sumsel (ANTARA News) - Sedikitnya delapan desa di Kecamatan Peninjauan, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, kebanjiran akibat hujan deras sering terjadi sejak beberapa pekan terakhir.

Camat Peninjauan, Feri Iswan AP MSi di Baturaja, Jumat menjelaskan, "Kami tetap pantau dan khusus bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai kami minta waspada dan mengantisipasi sewaktu-waktu banjir melanda."

Kepala Urusan Pemerintahan Desa Kepayang, Kecamatan Peninjauan, Jumairi menyatakan sedikitnya ada 400 kepala keluarga atau sekitar 2.000 jiwa di desa tersebut terkena banjir sejak dua hari terakhir.

"Bagi kami banjir sudah menjadi langganan setiap tahun saat musim penghujan. Bahkan, air pernah masuk ke rumah setinggi dua meter," kata Jumairi.

Ia mengungkapkan, hal tersebut berdampak pada aktivitas warga menjadi lumpuh tidak bisa mencari nafkah karena banjir.

Di samping itu, banyak lahan petani terendam air bahkan tidak jarang merendam lahan pertanian mereka selama dua minggu.

"Kami berharap pemerintah bisa mencari solusi, apalagi kondisi Desa Kepahyang dalam sepuluh tahun ke depan habis terkikis sungai," tambahnya.

Antara melaporkan, air Sungai Ogan masuk ke perkampungan warga sedalam satu meter, dann sebagian terpaksa mengungsikan perabotan rumah tangga yang terendam banjir, mulai peralatan dapur, kasur dan lainnya.

"Jalan perkampungan menghubungkan tiga dusun dan tembus ke Batumarta, Kecamatan Lubuk Raja sementara terputus, tidak bisa dilintasi karena banjir," ujarnya.(*) 

Pemkab Lebak pastikan kebutuhan makanan korban banjir bandang tercukupi

Pewarta: Muhammad Suparni
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar