Harapan kami roadmap ini bisa diselesaikan di tahun 2024-2025
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian menyatakan saat ini tengah menyusun peta jalan (roadmap) dekarbonisasi industri semen yang diterapkan bersama dengan pengaturan teknis roadmap tersebut dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) pada tahun 2025.
 
"Harapan kami roadmap ini bisa diselesaikan di tahun 2024-2025, termasuk ketentuan atau pengaturan di dalam peraturan menterinya diharapkan bisa diselesaikan di tahun 2025, sehingga bisa diimplementasikan di tahun 2025-2050," kata Direktur Industri Semen, Keramik dan Pengolahan Bahan Galian Non-Logam Kemenperin Putu Nadi Astuti di Jakarta, Selasa.
 
Ia menjelaskan dalam peta jalan itu, pihaknya akan mengatur secara terperinci teknis penurunan emisi karbon industri semen mulai dari target dekarbonisasi secara interval waktu, hingga rencana aksi guna mewujudkan net zero emissions (NZE).
 
Ia menyampaikan beberapa fokus strategi yang akan dimasukkan dalam roadmap tersebut yakni penurunan rasio klinker terhadap semen, peralihan ke bahan bakar alternatif, efisiensi energi, pengembangan teknologi inovatif, dan pengembangan kebijakan pemerintah yang dapat mendukung program NZE.
 
Dirinya mengatakan meski peta jalan itu baru akan diterapkan pada tahun depan, namun upaya penurunan emisi dari sektor semen sudah dilakukan oleh para pelaku industri, seperti halnya melakukan efisiensi energi dengan menggunakan energi biomassa, serta pemanfaatan teknologi yang membantu dekarbonisasi.
 
Lebih lanjut, ia mengatakan peta jalan tersebut dibutuhkan oleh Indonesia karena sektor semen merupakan salah satu industri penyumbang emisi karbon yang cukup besar di dunia.
 
Adapun dari hasil penelitian Chatham House menyatakan bahwa semen merupakan sumber emisi karbon sebesar 8 persen secara global.
 
Sebelumnya dirinya mengungkapkan inisiatif dekarbonisasi industri semen Indonesia dapat meningkatkan daya saing industri nasional. Menurut dia, Kemenperin berinisiatif mewujudkan dekarbonisasi proses produksi dengan menghadirkan produk ramah lingkungan (green cement).

Baca juga: Kemenperin: Dekarbonisasi produksi semen naikkan daya saing
Baca juga: PT Semen Tonasa jadi percontohan National Lighthouse Industri 4.0 
Baca juga: SIG: Transformasi berbasis teknologi jadi keunggulan perusahaan

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2024