Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Bio Farma akan membuat vaksin Human Papillomavirus (HPV) di dalam negeri bersama perusahaan farmasi internasional, MSD (Merck, Sharp & Dohme).

“Bio Farma sebagai BUMN klaster Kesehatan berkomitmen untuk memproduksi vaksin dalam negeri bersama dengan MSD (Merck, Sharp & Dohme),” ujar Erick Thohir, sebagaimana yang dikutip melalui akun instagram resminya yang bernama pengguna erickthohir, dipantau dari Jakarta, Selasa.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Erick Thohir setelah menerima kedatangan Joe Romanelli, President Human Health International dari perusahaan farmasi internasional, MSD (Merck, Sharp & Dohme) di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.

Dalam pertemuan tersebut, Erick Thohir mengungkapkan bahwa mereka berbicara mengenai keberlanjutan dan penguatan kolaborasi di Indonesia dalam pembuatan vaksin HPV.

Baca juga: Vaksin HPV direkomendasikan bagi laki-laki guna cegah penyakit lainnya

Vaksin HPV merupakan vaksin yang mampu mencegah kanker serviks yang sering dialami oleh kaum perempuan di Indonesia.

Sebelumnya, anak perusahaan Bio Farma, yakni PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) bersama PT Merck Sharp & Dohme (MSD) Indonesia melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama dalam meningkatkan edukasi dan pemahaman masyarakat Indonesia terkait human papillomnavirus (HPV) yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (8/3).

"KFD melakukan kolaborasi dengan MSD sebagai perusahaan farmasi global yang beroperasi di Indonesia dan bergerak di bidang teknologi kesehatan dalam rangka meningkatkan literasi, dan kesediaan masyarakat terkait penerimaan vaksin HPV," kata Direktur Utama KFD Arie Genipa Suhendi dalam sambutannya.

Arie menjelaskan, KFD sebagai anak usaha PT Kimia Farma berkomitmen untuk menyediakan layanan kesehatan terintegrasi dari hulu ke hilir.

Baca juga: Vaksin HPV picu menopause dini pada anak perempuan, benarkah?

Adapun ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi dukungan tenaga ahli kesehatan di Klinik Kimia Farma dalam rangka membantu memberikan pemahaman dan edukasi yang tepat seputar virus HPV, memberikan pendampingan yang dibutuhkan masyarakat, pemberian vaksin HPV, hingga perluasan pelayanan vaksinasi di seluruh jaringan Kimia Farma.

Menurut dia, langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yang berkomitmen untuk mencegah morbiditas, mortalitas dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit, yang dapat dicegah dengan imunisasi dalam rangka mencapai SDGs 2030 dan Program Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Rahim (2023–2030).

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Adi Lazuardi
Copyright © ANTARA 2024