Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendorong persaingan dalam bisnis layanan internet untuk meningkatkan kualitas layanan yang lebih baik ke masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Luhut merespons kehadiran layanan penyedia jasa internet berbasis satelit Starlink, yang telah beroperasi di Indonesia. Kehadiran Starlink menimbulkan kekhawatiran mengancam penyelenggara jasa internet yang sudah ada.

“Ada orang suka marah bilang kenapa ini (Starlink) boleh, ya kalau murah kan biarkan saja biar bersaing (dengan perusahaan layanan internet lainnya), kecuali dia lebih mahal, kan tidak,” kata Luhut dalam acara Ngobrol Seru yang digelar IDN Times di Jakarta, Selasa.

Starlink resmi beroperasi di Indonesia setelah pemiliknya, Elon Musk, meresmikan layanan penyedia jasa internet berbasis satelit tersebut di Bali pada 19 Mei 2024.

Starlink juga telah mengantongi Hak Labuh Satelit dan Izin Surat Radio Angkasa dengan masa berlaku satu tahun dengan enam jenis perangkat yang telah disertifikasi, termasuk antena gateway, router, dan antena user terminal, untuk beroperasi di Indonesia.

Selain itu, Starlink sudah mendapat Surat Keterangan Laik Operasi untuk penyelenggaraan jaringan tertutup melalui VSAT dan penyelenggaraan jasa multimedia layanan akses internet, serta izin penyelenggaraan jaringan tetap tertutup media VSAT dan penyelenggaraan jasa multimedia layanan akses internet.

Baca juga: Wamenkominfo: Starlink pelengkap SATRIA-1 dalam melayani puskesmas

Starlink memberikan potongan harga sebesar 40 persen untuk penjualan perangkat di Indonesia hingga 10 Juni 2024. Dengan diskon tersebut, perangkat Starlink ditawarkan dengan harga Rp4,68 juta dari harga awal Rp7,8 juta.

Luhut berharap kehadiran Starlink di Indonesia dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan di daerah-daerah terpencil.

Ia menjelaskan bahwa dengan Starlink, tenaga kesehatan di daerah terpencil akan dapat berkomunikasi dengan mudah dengan dokter spesialis di kota besar.

Menanggapi kekhawatiran perusahaan-perusahaan BUMN terkait kehadiran Starlink, Luhut menegaskan bahwa BUMN sudah seharusnya bersiap menghadapi kompetisi apalagi di era perkembangan teknologi yang super cepat.

Selain sektor telekomunikasi, Luhut juga mendukung adanya persaingan bisnis di sektor ketenagalistrikan, yang selama ini didominasi oleh perusahaan BUMN PT PLN (Persero).

“Saya pikir semua kita harus bikin kompetisi supaya memberikan servis terbaik kepada publik. Jangan sampai berpikir ada yang monopoli berpuluh-puluh tahun, misalnya dalam listrik atau servis telekomunikasi. Enggak boleh dong. Semua harus bersaing,” ucap Luhut.

Baca juga: Komisi VI DPR ingatkan Telkom jangan merugi akibat kehadiran Starlink

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Adi Lazuardi
Copyright © ANTARA 2024