Program EKI yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait bertujuan meningkatkan penggunaan produk-produk keuangan inklusif ...
Lewoleba (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) menjadikan Desa Kaliuda di Kabupaten Sumba Timur sebagai desa percontohan pelaksanaan Program Ekosistem Keuangan Inklusi (EKI).

"Program EKI yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait bertujuan meningkatkan penggunaan produk-produk keuangan inklusif di perdesaan sebagai bagian dari pembangunan nasional yang berkelanjutan," kata Wakil Kepala Kantor OJK NTT Polantoro dalam keterangan resmi yang diterima di Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata, Rabu.

Program EKI merupakan program yang diinisiasi OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Baca juga: Survei BRI: Inklusi keuangan nasional naik jadi 87,30 persen di 2023

Menurut Polantoro, desa merupakan salah satu wilayah pembangunan strategis. Namun, pemahaman dan penggunaan produk  keuangan di perdesaan relatif tertinggal.

Lewat kehadiran Program EKI itu, warga Desa Kaliuda bisa mendapatkan program edukasi dan literasi keuangan, serta akses pemodalan usaha dan investasi.

"Oleh karena itu program EKI ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat dan menanggulangi kemiskinan di wilayah perdesaan," ucapnya.

Dukungan terhadap Program EKI ini diberikan oleh ILO karena Desa Kaliuda merupakan salah satu desa binaan ILO. Program EKI juga berkolaborasi dengan program dari ILO yakni Program Promise II Impact ILO.

Baca juga: OJK dan Kemenlu kerja sama penguatan sektor jasa keuangan

Manajer Program Promise II Impact ILO Djauhari Sitorus menyambut baik upaya mendorong literasi keuangan dari tingkat perdesaan dan pemilihan Desa Kaliuda sebagai desa EKI.

Dengan dukungan OJK bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), ILO juga telah memberikan program pelatihan pendidikan keuangan dan kewirausahaan bagi 200 petani rumput laut.

Berdasarkan kinerja pengembangan usaha, 80 orang petani lolos seleksi untuk mendapatkan pendampingan usaha selama delapan bulan, lalu terpilih 20 orang petani yang telah mengikuti seleksi.

Dua puluh orang petani itu pun dinyatakan memiliki sejarah kredit yang baik melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK untuk mendapatkan bantuan kredit.

Ia menjelaskan keberadaan Program Promise II Impact yang juga didukung OJK berupaya menguatkan rantai nilai rumput laut melalui pelatihan literasi keuangan dan penggunaan pelantar digital.

Baca juga: Swiss dukung pengembangan UMKM RI melalui penguatan literasi keuangan

Pelatihan itu pun diharapkan semakin memperkuat akses dan literasi keuangan masyarakat.

"Ini juga diharapkan semakin meningkatkan penggunaan produk keuangan, tidak hanya dari perbankan, namun juga dari berbagai lembaga keuangan lainnya seperti asuransi dan dana pensiun," kata Djauhari.

Pencanangan Desa EKI ini merupakan yang kedua bagi desa binaan ILO yang telah dilakukan pada Rabu (29/5).

Pewarta: Fransiska Mariana Nuka
Editor: Nusarina Yuliastuti
Copyright © ANTARA 2024