Jakarta (ANTARA) - Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap optimistis banyak pihak yang berminat mendaftar sebagai calon pimpinan lembaga antirasuah tersebut karena memiliki kepedulian terhadap pemberantasan korupsi.

Menurut Yudi, kondisi KPK saat ini mengalami penurunan kepercayaan publik, krisis integritas yang dilakukan pimpinan dan pegawai KPK, serta kinerja yang jauh dari memuaskan.

"Maka seharusnya akan banyak orang baik dan berintegritas akan mendaftar menjadi calon pimpinan KPK dengan misi menyelamatkan KPK agar tidak semakin terpuruk," kata Yudi di Jakarta, Rabu.

Panitia Seleksi Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK telah mengumumkan secara resmi pendaftaran calon pimpinan dan dewan pengawas (dewas) KPK yang dibuka mulai tanggal 26 Juni sampai 15 Juli 2024.

Baca juga: Wapres harap pansel bekerja baik lahirkan pimpinan KPK berintegritas

Oleh karena itu, Yudi menyarankan siapa pun yang sudah memenuhi syarat, baik itu yang pernah berpengalaman memberantas korupsi di KPK maupun di tempat lain sebagai pimpinan atau mantan pegawai KPK, akademisi, masyarakat sipil, hingga ASN harus mendaftar.​​​​​​​

Yudi menyakini Pansel KPK yang diketuai Muhammad Yusuf Ateh, yang juga Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), bisa bekerja secara profesional.

"Lebih dari itu, memahami bahwa salah memilih 10 calon pimpinan KPK yang akan dipilih oleh DPR maka masa depan pemberantasan korupsi akan semakin ambruk," katanya.

Baca juga: Pansel buka pendaftaran capim dan dewas KPK 26 Juni-15 Juli 2024

Anggota Satgasus Pencegahan Korupsi Polri itu berharap Pansel KPK juga proaktif jemput bola terhadap orang-orang atau tokoh yang dianggap mumpuni dan kredibel untuk ikut tes, sebagai bukti bahwa pansel bukan sekadar bekerja menyeleksi, tetapi juga mempunyai tanggung jawab moral dalam memilih pimpinan KPK untuk lima tahun mendatang.

Sebelumnya, Pansel KPK mengundang para pemimpin redaksi media massa sebagai representasi publik untuk mendapat masukan dan aspirasi terkait seleksi calon pimpinan dan dewan pengawas KPK mendatang.

"Hari ini untuk pertama kali pansel mengadakan jumpa dengan representasi publik, yaitu pemimpin-pemimpin redaksi. Saya kira ini forum yang sangat penting buat pansel untuk mendapat masukan, menyerap aspirasi," kata Wakil Ketua Pansel KPK Arif Satria saat ditemui di Gedung Sekretariat Negara Jakarta, Rabu.

Baca juga: Pansel KPK serap aspirasi media massa untuk seleksi capim dan dewas
Baca juga: Pansel KPK akan minta masukan akademisi hingga pegiat antirasuah
Baca juga: Istana umumkan 9 nama Pansel KPK yang dipimpin Kepala BPKP Yusuf Ateh


Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2024