Dari berbagai masalah, berdampak produksi pangan global terganggu. Di Indonesia, sejak Februari 2023 hingga Maret 2024, kita mengalami fenomena alam yang disebut El Nino, kemarau yang berkepanjangan
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan pelatihan kepada jutaan petani dan penyuluh untuk mengantisipasi kondisi darurat pangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi di Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu, mengatakan, langkah antisipasi tersebut perlu dilakukan akibat situasi dunia saat ini dalam kondisi tidak menentu.

"Dari berbagai masalah, berdampak produksi pangan global terganggu. Di Indonesia, sejak Februari 2023 hingga Maret 2024, kita mengalami fenomena alam yang disebut El Nino, kemarau yang berkepanjangan," kata Dedi.

Dedi menjelaskan, sejak 2023 dampak dari pandemi penyakit akibat penyebaran virus Corona atau COVID-19, perang Rusia dan Ukraina, serta perubahan iklim, memberikan dampak pada kondisi pangan global.

Menurut dia, dengan kondisi yang tidak menentu tersebut, ada kurang lebih 60 negara yang mengalami krisis pangan dan 900 juta penduduk dunia terdampak. Oleh karena itu, pelatihan bagi petani, penyuluh dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) perlu dilakukan.

"Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam peningkatan produksi padi melalui optimalisasi lahan rawa dan pompanisasi di lahan sawah tadah hujan serta pemanfaatan lahan perkebunan untuk padi," katanya.

Baca juga: Kementan siapkan petani kembangkan potensi di tiap daerah
Baca juga: 450 petani & nelayan dilatih pengembangan digitalisasi agribisnis


Dedi menambahkan, total peserta yang mengikuti pelatihan tersebut mencapai 1.902.354 orang dari target yang dicanangkan sebanyak 1.800.000 orang. Pelatihan itu diberikan kepada petani sebanyak 1.823.948 orang dan Penyuluh Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejumlah 12.008 orang.

Kemudian, lanjutnya, Penyuluh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 7.690 orang, Penyuluh Tenaga Harian Lepas (THL) Pusat 474 orang, Penyuluh THL Daerah 3.184 orang, Babinsa 48.347 orang dan Insan Pertanian lainnya sejumlah 6.703 orang.

Pelatihan yang digelar di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan dan secara daring serentak di UPT Pelatihan Pertanian, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten kota, Balai Penyuluhan Pertanian dan Kantor Koramil di seluruh Indonesia berlangsung pada 5-7 Juni 2024.

Baca juga: Kementan gelar pelatihan sejuta petani dan penyuluh
Baca juga: Kementan siapkan pelatihan-pendanaan untuk regenerasi petani


Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2024