Sekarang tinggal bagaimana kami finishing, untuk mencapai titik puncaknya di Olimpiade
Jakarta (ANTARA) - Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto bertekad untuk memperkuat kondisi dan aspek teknis serta nonteknis menjelang Olimpiade Paris 2024, Juli-Agustus.

“Pastinya khusus untuk Olimpiade, semua pemain memiliki persiapan yang baik. Setelah Indonesia Open, (para pemain yang lolos ke Olimpiade) jarang yang mengikuti Australia Open. Jadi mereka mempersiapkan diri melalui waktu yang ada, kurang lebih 1,5 bulan untuk persiapan Olimpiade,” kata Fajar saat ditemui usai pertandingan di Istora Senayan Jakarta, Rabu.

“Pasti di sana (tengah persiapan) atlet menguatkan dari segi power, teknik, dan mental. Di Olimpiade, apa pun dapat terjadi dan kami juga bakal usaha terus apa yang kami bisa, terus bekerja keras,” ujarnya menambahkan.

Adapun ganda putra peringkat tujuh dunia itu juga menyoroti persiapan mereka dari segi mentalitas, mengingat Olimpiade musim panas mendatang merupakan panggung olahraga paling akbar tahun ini.

“Kalau dari segi mental, lebih ke bagaimana kami dapat menghadapi event besar, karena kami belum tahu (rasanya) main di Olimpiade itu seperti apa, walaupun atmosfernya sudah terasa sejak dari Road to Olympics,” ungkap Fajar.

Baca juga: PBSI harap atlet tetap fokus demi capai performa puncak di Paris

“Sekarang tinggal bagaimana kami finishing, untuk mencapai titik puncaknya di Olimpiade nanti. Bagaimana kami menguatkan power, teknik, dan mental,” ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, juara bertahan All England Open itu pun berharap para penggemar bulu tangkis di Indonesia dapat terus memberikan dukungan kepada mereka, mengingat Fajar/Rian merupakan wakil Merah Putih satu-satunya di nomor ganda putra pada Olimpiade Paris 2024.

“Kami pribadi memohon doa dan dukungannya agar kami bisa bermain dengan keras, berpikir positif, dan kami juga ingin (prestasi) yang terbaik untuk Indonesia,” kata Fajar.

Namun, Fajar/Rian mengaku tidak puas dengan hasil dimana mereka gugur pada babak pertama Indonesia Open, setelah kalah dari rekan satu negaranya, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin 14-21, 17-21.

“Memang masih belum sesuai dengan harapan kita tentang hari ini. Lawan bermain sangat baik dan mereka sudah mengantisipasi pola permainan kami tadi,” kata Rian.

Baca juga: Ricky: Indonesia Open ajang pembuktian sebelum Olimpiade Paris
Baca juga: PBSI fokus persiapkan atlet demi medali emas Olimpiade Paris


Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2024