Peserta "baayun" Maulid Nabi meningkat

Peserta "baayun" Maulid Nabi meningkat

Sedekah Mulud Serang Sejumlah warga menggotong gunungan (panjang) saat diarak pada peringatan Maulid Nabi Muhammad di Kampung Kemalake, Taktakan, Serang, Banten, Senin (13/1). Tradisi memperingati kelahiran Nabi Muhammad itu dimeriahkan dengan mengumpulkan sejumlah makanan seperti beras, mie instan dan kue serta perlengkapan sholat, setelah diarak makanan tersebut dibagikan ke warga miskin. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Banjarmasin (ANTARA News) - Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kalimantan Selatan, Mohandas, menyatakan peserta kegiatan "baayun" Maulid Nabi di Kabupaten Tapin, Selasa bertepatan 12 Rabiul Awal 1435 Hijriah meningkat.

Baayun maulid yaitu acara tradisional kaum Muslim Banjar, Kalsel di Desa Banua Halat, Tapin (117 km utara Banjarmasin) tahun sebelumnya cuma sekitar 4.000 orang, pada tahun ini sebanyak 5.196 peserta, katanya, Selasa.

Sejumlah peserta baayun yang sebagian orang merupakan nazar di masjid Desa Banua Halat yang dianggap mempunyai karamah (keramat) itu, terdiri 3.453 orang dewasa dan 1.743 anak-anak, ungkapnya.

Di antara peserta baayun dewasa itu, yang tertua seorang perempuan bernama Juriah (100 th) dari Desa Pauh, Tapin dan termuda Hapi Badali berusia satu bulan dari Desa Timbung kabupaten tersebut.

Kemudian sejumlah peserta baayun tersebut dari luar Kabupaten Tapin 1.019 orang, dan luar Kalsel sebanyak 161. Mereka yang asal luar Kalsel itu, dari provinsi tetangga, Kalimantan Tengah 97, dan Kalimantan Timur 58.

Selain itu, dari Mataram, Nusa Tenggara Barat, Prov Riau, dan Jawa Timur masing-masing satu orang, serta dari DKI Jakarta dan Jawa Barat masing-masing dua orang. Acara tradisonal baayun tersebut disertai dengan kumandang syair-syair maulid, yang diikuti semua hadiri yang merayakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw di Banua Halat itu.

Menjawab Antara Kalsel, dia menyatakan, pihaknya akan berupaya memperjuangkan acara baayun yang diselenggarakan tiap 12 Rabiul Awal itu agar masuk kalender kepariwisataan nasional.

"Karena pemerintah kabupaten (Pemkab) Tapin, sudah memasukkan acara baayun tersebut dan menjadi tradisi sejak lama, serta pegelaran massa dalam 30 tahun terakhir, sebagai kalender kapariwisataan daerah setempat," demikian Mohandas.

(KR-SHN/M019)

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2014

IDI: Mobilitas masyarakat sumbang lonjakan kasus COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar