Wapres memastikan bahwa sisa rumah nelayan sebanyak 310 unit akan segera dibangun
Sorong, Papua Barat Daya (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin sempat mendengarkan "curahan hati" (curhat) dari seorang warga saat meninjau permukiman nelayan Malawei, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis.

Seorang warga itu, yakni Yohana Marini menceritakan kepada Wapres bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan bantuan rumah nelayan.

"Saya bertemu, izin sedikit Pak menceritakan 'blusukan' Bapak Presiden Jokowi pada saat 29 Desember 2014 ke Kampung Nelayan Malawei. Bapak (Presiden) datang bertemu dengan kami, duduk dengan kami, mendengar setiap keperluan kami," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Yohana, Presiden menyerahkan bantuan sebesar Rp250 juta untuk pengadaan 10 unit mesin kapal. Selain itu, Presiden juga menjanjikan membangunkan 350 rumah nelayan untuk warga Kampung Malawei. Namun, hingga 2020, rumah tersebut baru terealisasi 40 unit.

"Kami ingin melanjutkan itu, tetapi dikatakan bahwa kami harus punya analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Saya pergi ke Manokwari, bekerja keras bagaimana mencari tahu mendapatkan amdal itu," ujar Yohana.

"Ternyata kami tidak bisa karena amdal itu nilainya Rp800 juta dengan luas lokasi kami 10,5 hektare. Setelah itu, kami cari cara bagaimana bisa mendapatkan amdal karena kami tidak punya uang," lanjutnya.

Akhirnya, kata Yohana, saat berkunjung ke Kota Sorong pada 24 November 2023, Presiden menyampaikan bahwa dia akan membantu masyarakat Malawei mendapatkan amdal.

"Setelah habis foto dengan Bapak Presiden, saya izin. Izin Bapak Jokowi, sebenarnya bapak datang ini sudah resmikan perumahan kami. Oh, di kampung mana Bu? Nelayan Malawei? Belum dibangun? Belum Pak,” kata Yohana saat itu.

Baca juga: Wapres: Pembangunan DOB Papua dipercepat di sisa masa pemerintahan
Baca juga: Wapres: Pembangunan rumah di permukiman nelayan Malawei tetap lanjut


"Alasannya Bapak Jokowi, kami sampaikan bahwa kami terkendala di amdal. Bapak tanya, amdal itu nilainya berapa? Saya bilang Rp800 juta pak, sudah diusahakan? Sudah pak. Bagaimana respons pemerintah? Tidak ada respons pak," ungkapnya.

"Oke, saya yang kerja. Itu jawab Bapak Jokowi, saya yang kerja. Saya yang akan bantu," ungkap Yohana menirukan ucapan Presiden Jokowi.

Setelah Presiden Jokowi menginstruksikan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Yohana mengatakan amdal yang ditunggu pun jadi dalam sebulan dua minggu.

"Saya bilang kita bikin aplaus dulu untuk Bapak Jokowi. Pemimpin seperti Bapak Jokowi, pemimpin seperti Bapak Wakil Presiden, kami orang Papua bangga," ujarnya.

Terakhir, Yohana pun menyampaikan permohonan kepada Wapres sebelum berakhirnya masa jabatannya agar segera membantu merealisasikan sisa rumah bantuan Presiden yang belum dibangun.

"Jadi, mungkin dua permintaan kami terakhir, yaitu bapak sudah ada di tempat kami, permintaan yang pertama izinkan kami untuk segera di dibangun 310 unit rumah," ucapnya.

Adapun permintaan kedua, sebut Yohana, terkait dengan rekomendasi Wapres agar di 2024 ini paling tidak dapat dibangun 200 rumah.

Saat memberikan keterangan pers seusai peninjauan, Wapres memastikan bahwa sisa rumah nelayan sebanyak 310 unit akan segera dibangun. Menurutnya, hal tersebut sudah direncanakan Kementerian PUPR dan akan mulai dibangun pada 2025.

"Yang 310 ini sesuai dengan janji pemerintah, ini akan dilakukan penambahannya. Tahun 2025 sudah direncanakan dari pihak PUPR," kata Wapres.

Bahkan,.Wapres mengatakan ukurannya akan lebih luas dari yang dijanjikan, yakni dari tipe 36 menjadi tipe 45. Hal itu menjawab aspirasi masyarakat yang mengeluhkan bahwa rumah ukuran 36 sulit untuk dibangun dapur.

"Jadi, sekarang permintaannya diperbesar menjadi tipe 45 dan dari perencanaan yang sudah disiapkan oleh Dirjen Perumahan, itu memang yang akan dibangun.yang akan datang itu tipenya sudah tipe 45. Ini bagian daripada komitmen pemerintah," ujar Wapres.

Selain itu, sebut Wapres, rumah yang akan dibangun nanti juga lebih sehat sehingga diharapkan para nelayan Kampung Malawei menjadi lebih produktif.

"Hunian juga tidak seperti sekarang ada satu rumah yang dihuni oleh sekian banyak keluarga. Nanti lebih sehat dan kita harapkan mereka lebih semangat untuk mencari ikan, menjadi nelayan, dan lebih produktif ke depannya," katanya.

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024