Los Angeles (ANTARA) - SpaceX meluncurkan roket Starship miliknya pada uji coba penerbangan keempat dari fasilitas yang disebut Starbase di Texas selatan pada Kamis (6/6).

Roket yang lepas landas sekitar pukul 07.50 pagi waktu setempat (19.50 WIB) di dekat Desa Boca Chica ini sukses menyelesaikan uji coba penerbangan untuk pertama kalinya, kembali ke Bumi, dan melakukan pendaratan di air (splashdown) di Samudra Hindia.

Beberapa menit setelah lepas landas, SpaceX mengonfirmasi bahwa mesin Raptor di Starship menyala selama pemisahan tahap panas. Booster tahap pertama, yang dikenal dengan nama Super Heavy, melakukan manuver flip dan melakukan boostback burn.

Super Heavy melakukan splashdown di Teluk Meksiko. Starship meluncur di luar angkasa, dan kembali memasuki atmosfer Bumi. Sekitar 1 jam 5 menit setelah peluncuran, SpaceX mengonfirmasi bahwa Starship melakukan splashdown di Samudra Hindia.

Pendiri sekaligus CEO SpaceX Elon Musk mengucapkan selamat kepada tim SpaceX atas pencapaian tersebut. "Meskipun kehilangan banyak ubin dan sayap yang rusak, Starship berhasil melakukan pendaratan mulus di lautan!" tulis Musk di platform media sosial X.

Penerbangan keempat terbang melalui lintasan yang sama dengan uji coba penerbangan sebelumnya, menurut SpaceX.

Tiga uji coba sebelumnya perusahaan itu berujung pada hancurnya roket sebelum proses penerbangan rampung.

SpaceX mengatakan bahwa uji coba penerbangan ketiga menorehkan kemajuan luar biasa untuk masa depan roket yang dapat digunakan kembali dengan cepat dan andal.

Uji coba tersebut membukukan beberapa pencapaian pertama yang menggembirakan, antara lain masuknya kembali (reentry) Starship dari luar angkasa untuk kali pertama, pembukaan dan penutupan pintu muatan Starship di luar angkasa untuk kali pertama, serta peragaan transfer propelan yang sukses.

Menurut SpaceX, fokus uji coba penerbangan keempat mencakup beberapa hal mulai dari mencapai orbit hingga peragaan kemampuan untuk membawa pulang dan menggunakan kembali Starship dan Super Heavy.

Tujuan utamanya adalah melakukan manuver landing burn dan soft splashdown di Teluk Meksiko dengan booster Super Heavy, serta mencapai entry Starship yang terkendali.

Tim SpaceX juga akan menerapkan perubahan operasional, termasuk membuang hot-stage Super Heavy setelah melakukan boostback untuk mengurangi massa booster untuk tahap akhir penerbangan, menurut SpaceX.

Pesawat luar angkasa Starship dan roket Super Heavy milik SpaceX, yang secara kolektif disebut sebagai Starship, mewakili sistem transportasi yang sepenuhnya dapat digunakan kembali serta dirancang untuk membawa awak dan kargo ke orbit Bumi, Bulan, Mars, dan lebih jauh.


 

Pewarta: Xinhua
Editor: Desi Purnamawati
Copyright © ANTARA 2024