Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menggelar bursa kerja (job fair) untuk mengurangi tingkat pengangguran terbuka di daerah itu. 
 
"Kita ingin menurunkan tingkat pengangguran terbuka di Jakarta yang pada tahun lalu sebesar 6,53 persen. Karenanya ada bursa kerja ini," kata Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Nakertransgi) Jakarta Selatan Fidiyah Rokhim saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
 
Ia menjelaskan, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka Jakarta pada 2021 sebesar 8,50 persen, lalu turun jadi 7,18 persen pada 2022 dan turun lagi jadi 6,53 persen pada 2023, sedangkan Jakarta Selatan sebesar 7,33 persen pada 2021, lalu 5,63 persen (2022) dan 5,37 persen pada 2023.

Fidiyah melanjutkan, bursa kerja jelas bertujuan menyerap tenaga kerja dengan menghubungkan dengan penyedia lapangan kerja dan para pencari kerja khususnya di Jakarta Selatan.
 
Adapun beragam lowongan kerja yang tersedia seperti posisi pembuat konten digital (content creator), teknisi (IT support), pemasar, pemasaran dan sopir hingga tenaga administrasi.

Baca juga: Pemkot Jakpus selenggarakan bursa kerja untuk turunkan pengangguran
 
Selain itu, dalam kegiatan itu juga diadakan Bazar Jakpreneur binaan Suku Dinas Nakertransgi Jakarta Selatan dengan produk makanan dan minuman.

"Total ada 10 stan yang kita siapkan untuk dapat memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM binaan memasarkan produknya," ucapnya.

Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Selatan menggelar bursa Kerja di ITC Kuningan, Jalan Prof DR Satrio, Setiabudi, Jakarta Selatan pada 5-6 Juni 2024 mulai pukul 10.00-16.00 WIB.

"Ini kali pertama kami diadakan tahun ini dengan melibatkan 40 perusahaan dan ke depan kegiatan serupa akan kita selenggarakan lagi," ujarnya.

Fidiyah belum merinci berapa target penurunan pengangguran terbuka di Jakarta Selatan tahun ini.

Baca juga: Membekali keahlian kerja untuk mengurangi pengangguran 

BPS Jakarta Selatan pada awal November 2023, merilis tingkat kemiskinan di Jakarta Selatan pada tahun ini mencapai 3,10 persen.

Angka itu menunjukkan penurunan sebesar 0,42 persen dibandingkan dengan 2022. Adapun pada 2021, angka kemiskinan mencapai 3,56 persen.

Sedangkan, tingkat kesempatan kerja (TKK) di Jakarta meningkat tipis 0,43 persen poin pada Februari 2023 dibandingkan Februari 2022 yang lalu. Berdasarkan survei angkatan kerja nasional (Sakernas) Februari 2023, TKK Jakarta berada di level 92,43 persen.

Dalam artian, 92 dari 100 angkatan kerja terserap ke dalam lapangan pekerjaan dan sisanya menganggur.

Pertumbuhan ekonomi di Jakarta Selatan pada 2022 mencapai 5,24 persen, angka ini meningkat dibandingkan dengan 2021 yakni 2,39 persen.

Baca juga: Kurangi pengangguran, Pemkot Jaktim buka bursa kerja 2024

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2024