semoga ini adalah salah satu contoh dari Proklim Lestari
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan verifikasi lapangan pada enam kampung di Kota Jakarta Utara karena masuk Program Kampung Iklim (Proklim) Nasional 2024.

“Kami ada enam lokasi yang akan dilakukan verifikasi dan masing-masing kecamatan satu lokasi. RW 06 Kelurahan Sukapura ini merupakan yang pertama diverifikasi di Provinsi DKI Jakarta," kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Jakarta Utara, Edi Mulyanto di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan verifikasi lapangan itu dilakukan di RW06 Kelurahan Sukapura oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

Menurut dia, verifikasi ini bukan bersifat lomba, tetapi merupakan program berlingkup nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Baca juga: DLH DKI bina RW di Jakarta untuk Program Kampung Iklim
Baca juga: Jakpus gencarkan program kampung iklim guna atasi persoalan lingkungan


Ia menjelaskan, Proklim merupakan upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, serta penurunan emisi gas rumah kaca.

“Jika RW06 nantinya sukses melakukan pembinaan berkelanjutan pada 10 RW lainnya, semoga ini adalah salah satu contoh dari Proklim Lestari," katanya.

Ketua RW06 Kelurahan Sukapura, Wawan Setiawan mengatakan enam lokasi yang dilakukan verifikasi lapangan yaitu Taman Beo, Kebun Anggur, Taman Paru-Paru Bumi, Kebun Utarakan, Rumah Sehat dan Taman Utarakan.

Ia mengatakan untuk Taman Beo diperlihatkan adaptasi dan mitigasi lingkungan berupa kebun anggur berisikan ketahanan pangan, Taman Paru-Paru Bumi berisikan area taman yang penuh pohon-pohon.

Baca juga: DKI raih sejumlah penghargaan pada Program Kampung Iklim
Baca juga: DKI kemarin, Kampung Iklim hingga identifikasi cacar monyet


Sementara itu di Kebun Utarakan memiliki kolam gizi, tanaman pelindung dan buah-buahan, Rumah Sehat ditampilkan bagaimana kondisi rumah yang hemat energi, penggunaan lampu tenaga matahari dan Taman Utarakan memperlihatkan apotik hidup, maggot (larva pengurai), kolam gizi, juga tanaman hidroponik.

Ia mengatakan keenam lokasi tersebut menampilkan keunggulan masing-masing, dalam upaya peningkatan ketahanan terhadap dampak negatif perubahan iklim sekaligus pengurangan emisi gas rumah kaca.

"Semoga edukasi ke masyarakat terkait dengan mitigasi dan adaptasi ini dapat terus berjalan dan RW 06 yang telah menjalani Proklim ini selain dapat menjadi contoh RW yang lain," kata dia.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2024