jumlah UMKM di Kalsel mencapai lebih dari 300.000 produk.
Banjarmasin (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan (DJPb Kalsel) menggandeng Mata Garuda sebagai organisasi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memacu peningkatan kualitas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Selain memberikan informasi terkait beasiswa LPDP, mereka akan memberikan pengetahuan dan wawasan kepada pelaku UMKM di Kalsel sehingga kualitas SDM pelaku usaha juga meningkat,” kata Kepala Kanwil DJPb Kalsel Syafriadi saat peluncuran Katuju Rumah UMKM, di Banjarmasin, Jumat.

Dia menyebutkan penerima beasiswa LPDP hadir pada momen peluncuran Rumah UMKM sebagai salah satu upaya memperkuat perekonomian para pelaku usaha.

“Di Rumah UMKM yang telah kami resmikan ini, untuk sementara semuanya produk kuliner, ke depan akan dikembangkan sehingga para pelaku usaha produk lain dapat bergabung di Rumah UMKM ini,” ujarnya.

Syafriadi mengatakan peluncuran Rumah UMKM, sekaligus memperingati HUT ke-20 Ditjen Perbendaharaan dan Hari Bakti Perbendaharaan. Setelah peluncuran Rumah UMKM, DJPb Kalsel akan memberikan bimbingan teknis kepada para pelaku usaha yang terdaftar di Rumah UMKM pada Sabtu (8/6).

Dia menjelaskan kegiatan bimbingan teknis itu sebagai tindak lanjut peluncuran Rumah UMKM untuk memacu peningkatan kualitas SDM, pelaku usaha akan dibekali wawasan terkait perizinan, akses pembiayaan, hingga sertifikasi halal.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kalsel Gusti Yanuar Noor Rifai mengatakan peluncuran Rumah UMKM tersebut menjadi peluang untuk memperluas pangsa pasar di Kalsel.

“Ini juga berperan untuk mendorong percepatan sertifikasi halal produk UMKM, apalagi jumlah UMKM di Kalsel mencapai lebih dari 300.000 produk,” ujarnya lagi.

Pengelola Katuju Rumah UMKM Debora Christina mengatakan peluncuran UMKM yang bekerja sama dengan swasta itu, menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas usaha dagang khususnya kuliner.

“Untuk sementara peluncuran UMKM ini ada belasan pelaku usaha yang sudah bergabung. Pelaku usaha hanya membayar biaya sewa berkisar ratusan ribu per bulan dan semuanya sudah diberikan fasilitas lengkap,” kata Debora.

Baca juga: Bank Kalsel-Pemkab HSS luncurkan pinjaman tanpa bunga bagi UMKM
Baca juga: KNEKS tingkatkan literasi ekonomi syariah UMKM di Kalimantan Selatan
Kepala Kanwil DJPb Kalsel Syafriadi (kiri) dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kalsel Gusti Yanuar Noor Rifai (kanan) memberikan keterangan usai peluncuran Katuju Rumah UMKM, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (7/6/2024). ANTARA/Tumpal Andani Aritonang

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2024