Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggencarkan edukasi budaya antikorupsi pada satuan pendidikan dalam pengelolaan mereka demi mewujudkan visi program Indonesia Emas tahun 2045.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa budaya antikorupsi merupakan salah satu pelajaran yang diberikan secara berkelanjutan pada Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) BMKG.

"Transparansi pengelolaan keuangan jadi salah satu poin yang ditekankan dalam pengajaran di STMKG demi mencapai visi Indonesia Emas 2045," kata dia.

Mantan rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut menilai aspek pendidikan merupakan tonggak penting dalam mencapai visi Indonesia Emas, termasuk pula pendidikan budaya antikorupsi dalam hal pengelolaan keuangan.

Baca juga: BMKG perkuat keandalan prakirawan cuaca  kemaritiman di Papua

Terbaru BMKG turut mengundang Anggota 1 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Nyoman Adhi Suryadnyana, untuk memberikan pengajaran budaya antikorupsi kepada taruna dan tenaga pendidik STMKG di Tanggerang Selatan, Banten, Kamis (6/6).

Pihaknya memandang pendidikan tersebut penting dan perlu digencarkan tak hanya bagi penyelenggara STMKG, tapi juga kepada para taruna sebagai bekal pengetahuan mereka yang kelak akan melanjutkan estafet pembangunan.

"Menjadikan mereka sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam bidang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika tapi berintegritas dalam hal pengelolaan keuangan dan meningkatkan kesadaran serta semangat antikorupsi," ujarnya.

Dia berharap apa yang dilakukan STMKG tersebut mampu memperkuat komitmen bersama untuk mencetak generasi yang bersih dari korupsi sehingga bangsa ini siap menghadapi segala tantangan dinamika global, termasuk ancaman perubahan iklim secara efektif yang menjadi konsentrasi utama BMKG.

Baca juga: KPK ajak sineas tularkan nilai antikorupsi lewat film
Baca juga: KPK lakukan supervisi pencegahan tindak pidana korupsi di Papua Barat

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2024