Jakarta (ANTARA) - Kualitas udara di Jakarta pada Sabtu pagi ini menduduki peringkat kedua sebagai kota dengan udara terburuk di dunia setelah Kota Delhi, India dengan nilai 270 dengan kategori sangat tidak sehat.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.58 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di urutan kedua dengan angka 191 atau masuk dalam kategori tidak sehat.

Angka itu memiliki penjelasan kategori tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Sedangkan kualitas udara kategori sedang yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Kemudian, kategori baik yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

Kemudian, kota dengan kualitas udara ketiga Kampala, Uganda dengan nilai 167, diikuti Dubai Uni Emirat Arab di peringkat keempat dengan nilai 166, peringkat kelima Kinshasa Kongo dengan nilai 163.

Selanjutnya ada Aljir, Algeria berada di peringkat keenam dengan nilai 141 serta Kota Santiago Cili berada di peringkat ketujuh dengan nilai 130.

Peringkat kedelapan ditempati Kairo, Mesir dengan nilai 122 dan peringkat kesembilan adalah Addis Ababa, Etiopia dengan nilai 112 dan peringkat ke-10 kota dengan udara terburuk di dunia pada Sabtu pagi adalah Lahore, Pakistan dengan nilai 111.

Disarankan masyarakat memakai masker saat keluar rumah, perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup jendela demi menghindari udara luar yang kotor dan menyalakan penyaring udara.

 

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Ganet Dirgantara
Copyright © ANTARA 2024