Manokwari (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Papua Barat memberdayakan peternak di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat melalui program Papua Barat Makmur (PBM).

Wakil Ketua I Baznas Papua Barat Sali Pelu di Manokwari, Sabtu, mengatakan PBM merupakan program yang dirintis Baznas sejak tahun lalu, di mana pihaknya memberikan bantuan induk sapi kepada para peternak.

"Dengan PBM ini kita beli indukan sapi kemudian diberikan kepada peternak untuk dipelihara dan berkembang biak. Anak dari indukan tersebut saat sudah cukup umur akan kita jual untuk kurban jika jantan. Tapi jika betina kita beli kemudian kita serahkan pada peternak lainnya lagi," katanya.

Ia mengatakan, karena baru dirintis PBM pertama kalinya dilakukan di Kabupaten Manokwari, tepatnya di Distrik (Kecamatan) Masni.

Salah satu peternak di Distrik Masni sudah diberi satu indukan sapi dan saat ini sudah memiliki anak jantan. Diperkirakan anak sapi tersebut sudah bisa dijual sebagai hewan kurban pada tahun depan.

Selain dibantu indukan, untuk perawatan sapi juga dilakukan pendampingan oleh Baznas Papua Barat melalui Unit Pengelola Zakat (UPZ) Masni.

"Ketentuan lainnya, setelah anak sapi besar maka indukan tersebut akan kita pindah ke peternak lainnya lagi. Selanjutnya, hasil penjualan anak sapi akan kita bagi dua, separuh untuk peternak dan separuh untuk Baznas," katanya.

Ia mengatakan, PBM merupakan program terobosan dari Baznas Papua Barat untuk pemberdayaan ekonomi umat Muslim.

Apalagi peternak yang dipilih adalah peternak-peternak yang belum mapan atau termasuk golongan mustahiq (orang yang berhak menerima zakat) sehingga masih membutuhkan uluran bantuan.

"Uang hasil penjualan yang diserahkan ke Baznas juga akan kita putar lagi untuk membeli indukan lagi. Sehingga diharapkan semakin banyak umat Muslim yang mendapat bantuan tersebut," katanya.

Baca juga: Baznas Agam bantu kebutuhan sekolah korban banjir lahar dingin Marapi

Baca juga: Wapres dukung Baznas salurkan beasiswa Papua Cerdas cetak SDM handal

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2024