Alhamdulillah, hari ini kami meresmikan tanggul Sungai Mujur sesuai dengan janji pada waktu peninjauan ke lokasi bencana pada April yang lalu
Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono meresmikan selesainya tanggul Sungai Mujur dan Jembatan Mujur II Kloposawit yang terdampak banjir lahar Gunung Semeru di Desa Kloposawit, Kabupaten Lumajang, Sabtu.

"Alhamdulillah, hari ini kami meresmikan tanggul Sungai Mujur sesuai dengan janji pada waktu peninjauan ke lokasi bencana pada April yang lalu," katanya usai meninjau Tanggul Sungai Mujur di Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

Banjir bandang lahar dingin Gunung Semeru menerjang sejumlah jembatan, antara lain jembatan bailey di Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, pada 18 April 2024. Jembatan yang baru berusia kurang dari satu tahun itu mengalami kerusakan pada sisi tertentu, sehingga tidak dapat digunakan sebagai jalur penghubung ke Desa Tumpeng.

Baca juga: Jembatan Kloposawit Lumajang terputus akibat banjir lahar Semeru

"Jembatan itu merupakan aksi cepat Pemprov Jatim terhadap dampak bencana banjir lahar dingin yang menerjang Kabupaten Lumajang pada pertengahan April 2024," tuturnya.

Menurutnya, jebolnya tanggul Sungai Mujur itu memang harus segera ditangani, karena jika tidak segera ditangani akan berdampak luar biasa bagi masyarakat sekitar.

"Penyelesaian tanggul itu lebih cepat dari yang disepakati, dari 2 bulan jadi 1 bulan 3 minggu. Itu menunjukkan bahwa teman-teman juga bekerja dengan niatan secepatnya mengatasi persoalan tanggul jebol," katanya.

Baca juga: Jembatan Kloposawit putus akibat banjir lahar Semeru tuntas diperbaiki

Ia menjelaskan Pemprov Jatim tengah menyelesaikan empat tanggul di lokasi berbeda di Kabupaten Lumajang dan juga ada lima jembatan yang dibangun dan satu jembatan diperbaiki, serta perbaikan jalan yang ada di Tawon Songo, Kecamatan Pasrujambe.

"Saya kira hampir Rp52 miliar dan itu bukan jumlah yang kecil dengan menggunakan bantuan Belanja Tidak Terduga (BTT) karena jumlah itu sangat besar, dan merupakan bentuk perhatian kami," ujarnya.

Adhy menjelaskan hal itu diberikan sesuai dengan kebutuhan daerah terdampak bencana dan didasari keterbatasan anggaran di pemerintah kabupaten/kota, sehingga untuk penanganan darurat bencana Pemprov Jatim menganggarkan melalui skema BTT.

Baca juga: Pemprov Jatim gerak cepat tangani banjir lahar dingin Gunung Semeru

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2024