BMKG berharap warga berhati-hati apabila melakukan aktivitas saat cuaca ekstrem karena berpotensi tanah longsor, pohon tumbang hingga banjir
Manado (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan seluruh wilayah Sulawesi Utara berpotensi cuaca ekstrem hingga beberapa hari ke depan.

"BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem hingga 12 Juni 2024," kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado Ben A Molle di Manado, Minggu.

Dia mengatakan sebagian besar hingga seluruh wilayah kabupaten dan kota di provinsi tersebut berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

BMKG berharap warga berhati-hati apabila melakukan aktivitas saat cuaca ekstrem karena berpotensi tanah longsor, pohon tumbang hingga banjir.

Dia menyebutkan di tanggal 10-11 Juni 2024 seluruh kabupaten dan kota mengalami cuaca ekstrem seperti Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kota Kotamobagu, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Minahasa Tenggara.

Selanjutnya, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Sementara di tanggal 12 Juni 2024, hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di wilayah Kota Manado, Kota Tomohon dan Kota Kotamobagu.

Masih di tanggal yang sama, kondisi cuaca serupa berpeluang terjadi di Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Baca juga: Hujan diprediksi guyur sebagian kota besar di Indonesia
Baca juga: BMKG: Waspada cuaca buruk di sejumlah wilayah Bali hingga 9 Juni
Baca juga: BMKG: Waspada gelombang 2,5 meter di Samudera Hindia barat Nias & Aceh

 

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024