Jakarta (ANTARA) - Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (International Agency for Research on Cancer/IARC) di Organisasi Kesehatan Dunia dalam laporannya menyebutkan bahwa sekitar satu dari sembilan pria serta satu dari 12 perempuan dapat mengalami kanker selama hidupnya.

Sebagaimana dikutip oleh Hindustan Times pada Minggu (9/6), ahli onkologi medis yang menjabat sebagai Kepala Onkologi Medis Unique Hospital Cancer Centre di Dwarka, India, Dr Ashish Gupta menekankan pentingnya pengetahuan tentang kanker dan upaya untuk mencegahnya.

Berikut jenis-jenis kanker yang paling banyak ditemukan pada pria dan upaya untuk pencegahannya.

Kanker prostat

Faktor risiko kanker prostat meliputi usia dan riwayat kanker dalam keluarga. Risiko penyakit ini meningkat signifikan setelah usia 50 tahun, dan mayoritas kasusnya ditemukan pada pria berusia di atas 65 tahun. Ashish Gupta menyarankan pemeriksaan antigen spesifik prostat setiap dua sampai empat tahun setelah berusia 45 tahun guna mendeteksi dini penyakit ini.

Baca juga: Mengenal tiga masalah prostat yang berisiko dialami para pria

Kanker paru-paru

Kebiasaan merokok merupakan penyebab utama kanker paru-paru pada pria. Berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok serta bahan kimia berbahaya lain dapat secara bermakna menurunkan risiko kanker paru-paru. Selain itu, penting pula menjaga paru-paru tetap sehat dengan olahraga teratur dan menghindari polusi udara. Para perokok dan mantan perokok disarankan menjalani pemeriksaan CT scan sekali setiap tahun setelah berusia 50 tahun guna mendeteksi kemungkinan munculnya kanker paru-paru.

Baca juga: Kanker paru-paru penyebab kematian nomor satu pada pria Indonesia

Kanker kolorektal

Kanker kolorektal berdampak pada kolon dan rektum dan biasanya berkembang dari polip pra-kanker. Faktor risikonya mencakup usia, riwayat kanker keluarga, diet tinggi daging dan makanan olahan, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik. Ashish Gupta mengatakan bahwa pemeriksaan kolonoskopi rutin penting untuk mendeteksi masalah kesehatan sedini mungkin, utamanya bagi individu berusia 45 tahun ke atas. Pemeriksaan dapat dilakukan sekali dalam 10 tahun.

Kanker testis

Kanker testis biasanya berdampak pada pria muda dan termasuk kanker yang dapat diatasi jika dideteksi sejak dini. Faktor risikonya meliputi testis tidak turun, riwayat kanker keluarga, dan kondisi medis tertentu. Pemeriksaan testis reguler disarankan dilakukan secara mandiri untuk mendeteksi kemungkinan adanya perubahan yang tidak normal. Apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya perubahan ukuran dan tekstur pada testis, maka dianjurkan segera meminta bantuan medis.

Kanker kandung kemih

Kanker kandung kemih lebih banyak ditemukan pada pria lanjut usia dan mereka yang punya sejarah merokok atau terpapar bahan kimia tertentu. Gejalanya meliputi adanya darah pada urine, terlalu sering pipis, dan merasa sakit saat kencing. Risiko kanker ini dapat diminimalkan dengan berhenti merokok, memastikan tubuh selalu terhidrasi, dan menghindari paparan bahan kimia berbahaya.

Kanker kulit

Kanker kulit, termasuk melanoma, dapat dicegah dengan menggunakan tabir surya, berteduh saat sinar matahari terik, dan memakai alat pelindung seperti topi dan kaca mata. Pengecekan rutin kulit untuk mengetahui munculnya tahi lalat yang tidak biasa dan perubahan pada tahi lalat yang ada disarankan untuk mendeteksi kemungkinan munculnya jenis kanker ini.
​​​​​​​
Secara umum, pencegahan risiko kanker dapat dilakukan dengan berolahraga teratur dan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang guna menjaga berat badan, berhenti merokok dan menghindari asap rokok, membatasi konsumsi alkohol, memakai tabir surya dan alat pelindung untuk menghindari paparan sinar ultraviolet, konsumsi banyak buah dan sayur, dan rutin menjalani pemeriksaan kesehatan.

Baca juga: Dekan FKUI anjurkan pria dewasa kurangi konsumsi daging merah
Baca juga: Pria dengan masalah kesuburan berisiko terkena kanker payudara

 

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2024