Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat menginisiasi pembentukan duta pangan sehat di sekolah-sekolah untuk melakukan intervensi keamanan Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah (PJAS).

Pembentukan duta pangan sehat itu diawali dengan sosialisasi keamanan pangan sekolah yang diikuti oleh sebanyak 18 sekolah di Jakarta Barat, mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK.

"Lewat sosialisasi ini nantinya akan ada kader, Duta Pangan Sehat di masing-masing sekolah, tugasnya mengecek bagaimana pangan jajanan yang ada di kantin sekolah," kata Kepala Seksi SMP dan SMA Suku Dinas Pendidikan II Jakarta Barat, Juwarto di Jakarta pada Senin.

Kegiatan yang telah dimulai pada Mei 2024 tersebut awalnya digagas oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Minuman (BPOM) di Jakarta menjadi bagian intervensi keamanan PJAS.

"Jadi itu salah satu program strategis untuk peningkatan sumber daya manusia (murid) yang sehat dan cerdas," kata Juwarto.

Baca juga: Pemkot Jakut bahas sertifikasi kantin sehat cegah jajanan berbahaya

Pihaknya optimis duta pangan sehat bisa mengoptimalkan pengetahuan, pemahaman serta komitmen bersama terhadap keamanan pangan dalam mewujudkan kantin sehat.

"Setidaknya ada empat pilar untuk wujudkan kantin dan jajanan yang sehat. Jadi itu komitmen dan manajemen, sumber daya manusia, mutu pangan dan sarana-prasarana," kata dia.

Balai BPOM di Jakarta akan mengintervensi sebanyak 26 sekolah/madrasah di Jakarta Barat untuk mendapatkan Sertifikat Sekolah dengan PJAS Aman tahun 2024.

"Sementara 52 sekolah/madrasah lainnya mendapatkan sosialisasi keamanan pangan sekolah/madrasah dan paket informasi keamanan pangan (PIKP)," tutur Kepala Balai BPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar.

Menurut Sofiyani, sosialisasi dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada 16 Mei 2024 untuk sekolah intervensi penuh. Artinya sekolah/madrasah yang akan diintervensi dengan tahapan lengkap.

Baca juga: Jajanan sehat juga jadi urusan sekolah

Tahap pertama, terdiri advokasi lintas sektor PJAS, sosialisasi keamanan pangan, bimbingan teknis keamanan pangan untuk kader keamanan pangan sekolah dan pemberian paket edukasi keamanan pangan.

Selanjutnya pemantauan dan evaluasi pemberdayaan kader keamanan pangan termasuk uji coba PJAS, lalu sertifikasi sekolah dengan PJAS aman dan pengawalan sekolah yang sudah diintervensi keamanan PJAS.

Tahap kedua, mulai 20 Mei 2024 diikuti sebanyak 52 sekolah atau madrasah yang akan dapat sosialisasi keamanan pangan dan paket informasi keamanan pangan.

"Sehubungan hal itu, maka dibuat sosialisasi keamanan pangan tahap dua pada komunitas sekolah atau madrasah," katanya.

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2024